InfoMatoa, (Surabaya) | Kasus keracunan makanan pada penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Wakil Bupati Bangkalan, Moh Fauzan Jakfar, menegaskan pentingnya satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
“Kita akan melakukan koordinasi dan bersinergi agar kejadian keracunan jangan sampai terjadi, apalagi penerima MBG ini adalah anak-anak kita di Bangkalan,” kata Fauzan dikutip dari Kompas.com, Jumat (12/9).
Fauzan mengakui tantangan besar yang dihadapi petugas SPPG, mengingat satu unit SPPG melayani lebih dari 3.000 penerima. Setiap hari, mereka harus memasak ribuan porsi makanan dalam waktu terbatas.
“Memang tidak mudah karena harus melayani ribuan penerima. Waktu masaknya juga harus disesuaikan dengan jadwal pembagian supaya makanan tetap diterima dalam kondisi baik,” jelasnya.
Ia menekankan, disiplin terhadap SOP menjadi kunci untuk mencegah kesalahan manusia yang dapat berujung pada keracunan.
“Petugas sudah terlatih dan melalui pelatihan ketat. Namun kalau SOP tidak dipatuhi, kejadian seperti di wilayah lain bisa saja terjadi. Karena itu harus benar-benar diperketat,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Bangkalan, Bambang Budi Mustika, menambahkan saat ini terdapat 12 SPPG yang sudah beroperasi di Bangkalan, dan satu lagi akan segera beroperasi. [Red]









