InfoMatoa, (Manokwari Selatan) | Pemerintah Daerah Kabupaten Manokwari Selatan (Pemda Mansel) menggelar Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-14 Kabupaten Manokwari Selatan, yang jatuh pada 16 November 2025. KKR tersebut dilaksanakan pada Jumat (14/11) di halaman Kantor Bupati, Puncak Boako, Ransiki, usai apel gabungan ASN, dengan menghadirkan Pdt. Shirley Fransisca Parinussa sebagai pembicara.
Bupati Manokwari Selatan, Bernard Mandacan, S.I.P, menegaskan dalam sambutannya bahwa KKR menggugah masyarakat karena menghadirkan momentum pembaruan rohani. Untuk itu, kegiatan ini mendorong warga Mansel untuk memperkuat kehidupan iman mereka.
“Peringatan HUT Mansel selalu menjadi momentum berharga untuk memperbaiki diri dan memperbaharui komitmen dalam membangun daerah ini. Pembangunan tidak hanya terjadi pada bidang fisik dan ekonomi, tetapi juga pada pembangunan spiritual, moral, dan karakter masyarakat,” ujar Bupati.
Mengusung tema “Manokwari Selatan Maju, Mandiri, dan Berbudaya”, Bupati menjelaskan arah pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa kemajuan Mansel tidak hanya terlihat dari bangunan atau fasilitas umum. Selain itu, ia menilai kualitas masyarakat tampak dari iman yang kuat dan keluarga yang sehat. Kemudian, pendidikan yang layak dan lingkungan sosial harmonis juga memperlihatkan kemajuan Mansel.
Ia menegaskan bahwa kegiatan kerohanian seperti KKR merupakan bagian penting dalam membangun fondasi moral masyarakat. Generasi muda, katanya, perlu terbina dalam nilai kebenaran, kasih, dan integritas agar menjadi generasi emas yang siap memimpin daerah di masa depan.
Lebih jauh, Bupati menerangkan bahwa kemandirian tidak hanya menyangkut bidang ekonomi, tetapi juga pola pikir dan tindakan. Masyarakat mandiri adalah mereka yang tidak mudah terpengaruh isu pemecah-belah maupun perilaku merusak masa depan.
“Melalui firman Tuhan, kita diajak menjadi pribadi yang mandiri secara spiritual, mampu menghadapi tantangan hidup dengan bersandar pada kekuatan Tuhan,” tegasnya.
Pada aspek budaya, Bupati menyoroti kekayaan adat yang di wilayah Mansel—baik budaya Papua maupun nilai-nilai luhur dari masyarakat Nusantara yang hidup berdampingan—sebagai dasar membangun daerah berbudaya.
Di akhir sambutan, Bupati Bernard Mandacan menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, hamba Tuhan, dan jemaat yang telah mendukung pelaksanaan KKR.
“Kegiatan ini adalah bukti bahwa masyarakat Manokwari Selatan menempatkan Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi, dan pengharapan dalam membangun daerah. Mari jadikan KKR ini sebagai momen pembaruan iman, karakter, dan komitmen untuk mendukung pembangunan Mansel,” ujarnya.
Ia kemudian mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersatu hati dan bergandengan tangan demi mewujudkan Manokwari Selatan yang maju, mandiri, dan berbudaya bagi generasi sekarang dan yang akan datang. [Red]









