BRIN Ungkap Kupu-Kupu Sayap Burung Rothschild di Pegunungan Arfak: Spesies Langka yang Dilindungi dan Terancam Perubahan Iklim

- Jurnalis

Jumat, 5 Desember 2025 - 08:59 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Pegunungan Arfak) | Dikutip dari Kompas.com, Peneliti Pusat Arkeologi Lingkungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Hari Suroto, menjelaskan bahwa kupu-kupu sayap burung yang hidup di Pegunungan Arfak, Papua Barat, termasuk spesies langka yang pemerintah lindungi. Salah satu spesies yang menjadi sorotan adalah Ornithoptera rothschildi, atau kupu-kupu sayap burung Rothschild. Selain itu, spesies ini juga endemik Pegunungan Arfak.

Kupu-kupu ini terkenal karena ukurannya yang besar dan indah, menjadikannya incaran para kolektor, namun juga rentan terhadap perubahan habitat,” jelas Suroto.

Pegunungan Arfak—puncak tertinggi di Papua Barat dengan ketinggian 2.955 meter di atas permukaan laut—menjadi habitat alami kupu-kupu menakjubkan ini. Empat suku asli, yakni Hatam, Meyah, Sough, dan Moley menghuni wilayah tersebut. Selain itu, mereka telah lama hidup berdampingan dengan keanekaragaman hayati Arfak.

Baca Juga :  Rapat Perdana KLHS-RDTR Bahas Langkah Strategis Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan di Mamberamo Tengah

Suroto menjelaskan bahwa kupu-kupu sayap burung memiliki bentang sayap jauh lebih besar daripada  kupu-kupu biasa. Pada kupu-kupu jantan, bercirikan corak warna hitam dan hijau. sedangkan betina berwarna hitam dengan corak putih serta sentuhan kuning.

Wilayah asli kupu-kupu ini adalah Pulau Papua, terutama Cagar Alam Pegunungan Arfak di Papua Barat,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah memasukkan seluruh spesies kupu-kupu sayap burung di Indonesia ke dalam kategori satwa yang hukum lindungi.

Tim konservasi terus menjalankan penangkaran semi-alami di beberapa lokasi, seperti Kampung Iray dan Kampung Mboiti di sekitar Danau Anggi. Selain itu, mereka juga mengelola penangkaran di Kampung Dueibey, Distrik Minyambow, Kabupaten Manokwari. Program ini penting untuk melindungi spesies yang sering menjadi target perburuan koleksi.

Spesies ini sering diburu untuk koleksi, sehingga diperlukan upaya konservasi dan tindakan hukum terhadap para pelanggar,” tegas Suroto.

Ia juga mengingatkan bahwa kondisi ekosistem Pegunungan Arfak sangat menentukan keberadaan kupu-kupu sayap burung karena wilayah tersebut rentan terhadap perubahan iklim.

Perubahan iklim menyebabkan suhu panas, sehingga bunga tidak mekar dan kupu-kupu tidak muncul,” ujarnya.

Penelitian dan edukasi konservasi terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat. Selain itu, upaya ini membantu menjaga keberlanjutan spesies endemik Arfak agar tetap lestari di habitat aslinya. [Red]

BERITA LAINNYA

Pemkab Manokwari Tertibkan Kios Liar Pelabuhan Jelang Pesparawi 2026, Pedagang Dapat Santunan
BPK Temukan Dua Masalah Serius Layanan Kesehatan di Teluk Wondama: Tenaga Medis Terbatas, Sarpras Belum Memadai
Bupati Hasan Achmad Tegaskan Komitmen Percepatan SDM Kaimana Lewat Pendidikan, 24 Mahasiswa RPL Unimuda Diyudisium
Polres Fakfak Tegaskan Zero Tolerance Penyimpangan Anggaran, Kapolres: Setiap Rupiah adalah Amanah Rakyat
Ratusan Muslimah Wahdah Islamiyah Teluk Bintuni Ikuti Daurah Ramadhan, Siap Sambut Bulan Suci dengan Ilmu dan Akhlak
Pemkab Pegunungan Arfak Dorong Pendirian BUMD, Strategi Percepat Pembangunan dan Tingkatkan Kesejahteraan Warga
Efisiensi Anggaran Pusat, Pemkab Manokwari Kaji Ulang Pembiayaan Honorer
Kepala BLK Fakfak Dorong Pemerintah Perkuat SDM Lokal Hadapi Lonjakan Investasi
Berita ini 1 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:09 WIT

Pemkab Manokwari Tertibkan Kios Liar Pelabuhan Jelang Pesparawi 2026, Pedagang Dapat Santunan

Kamis, 15 Januari 2026 - 08:17 WIT

BPK Temukan Dua Masalah Serius Layanan Kesehatan di Teluk Wondama: Tenaga Medis Terbatas, Sarpras Belum Memadai

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:46 WIT

Bupati Hasan Achmad Tegaskan Komitmen Percepatan SDM Kaimana Lewat Pendidikan, 24 Mahasiswa RPL Unimuda Diyudisium

Senin, 12 Januari 2026 - 12:04 WIT

Polres Fakfak Tegaskan Zero Tolerance Penyimpangan Anggaran, Kapolres: Setiap Rupiah adalah Amanah Rakyat

Minggu, 11 Januari 2026 - 17:11 WIT

Ratusan Muslimah Wahdah Islamiyah Teluk Bintuni Ikuti Daurah Ramadhan, Siap Sambut Bulan Suci dengan Ilmu dan Akhlak

Berita Terbaru

Asia - Pasifik

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Kamis, 15 Jan 2026 - 09:33 WIT

error: Content is protected !!