InfoMatoa, (Fakfak) | Otoritas maritim kini melakukan pemeriksaan kapal pesiar MV. Paspaley Pearl di wilayah perairan Indonesia. Aktivitas pelayaran yang melintasi perairan nusantara memang memerlukan pengawasan administrasi dan keselamatan yang sangat ketat. Langkah tersebut bertujuan untuk memastikan kepatuhan nakhoda terhadap seluruh ketentuan pelayaran yang berlaku. Selain itu, pengawasan menjadi aspek penting dalam menjamin keamanan navigasi serta kelancaran operasional. Hal ini terutama berlaku bagi kapal wisata di kawasan perairan yang memiliki potensi pariwisata besar.
Pemeriksaan Dokumen dan Kelayakan Keselamatan
KSOP Kelas IV Fakfak melaksanakan tugas tersebut melalui Wilayah Kerja Pelabuhan Karas. Petugas mendatangi kapal MV. Paspaley Pearl yang sedang berlabuh di kawasan wisata Air Terjun Kiti-Kiti. Kepala Wilayah Kerja Pelabuhan Karas, La Ode Hamrin, S.Sos., memimpin langsung pemeriksaan tersebut bersama tim. Selanjutnya, tim memfokuskan kegiatan pada pengecekan kelengkapan serta keabsahan dokumen resmi kapal. Petugas juga memeriksa pemenuhan aspek keselamatan pelayaran sesuai dengan peraturan yang berlaku saat ini.
Langkah pengawasan ini bertujuan untuk menjamin tertib administrasi pada setiap kapal yang melintas. Di samping itu, pemerintah ingin meminimalkan potensi risiko yang dapat mengganggu keselamatan pelayaran. Hal tersebut menjadi perhatian utama pihak otoritas di wilayah Fakfak. Pasalnya, kawasan Kiti-Kiti merupakan destinasi wisata perairan yang kini kerap menjadi tujuan kapal pesiar dunia.
Rute Internasional dan Dukungan Keamanan Maritim
MV. Paspaley Pearl sendiri merupakan kapal pesiar yang menggunakan bendera Kepulauan Marshall. Sebelumnya, kapal tersebut melakukan perjalanan pelayaran dari Tual yang berada di Provinsi Maluku. Setelah melakukan persinggahan di perairan Fakfak, kru kapal berencana melanjutkan pelayaran menuju Misool, Raja Ampat. Melalui kegiatan pengawasan rutin ini, KSOP Kelas IV Fakfak berharap dapat terus mendukung terciptanya keamanan maritim. Tak hanya itu, otoritas ingin menjaga kelancaran aktivitas kapal wisata yang melintas di wilayah Fakfak. [Red]









