InfoMatoa, (Teluk Bintuni) | Petrotekno menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Papua Barat, khususnya Kabupaten Teluk Bintuni. Melalui kerja sama strategis dengan pemerintah daerah, Petrotekno berhasil mendirikan Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas (P2TIM). Pusat ini beroperasi di bawah Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Teluk Bintuni.
Dampak Positif terhadap Pengangguran
Kehadiran P2TIM menekan tingkat pengangguran terbuka di Teluk Bintuni hingga 3,16% pada 2024. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Teluk Bintuni, Ongen Pattikawa, menyatakan keberhasilan tersebut berkat tata kelola keuangan dan administrasi yang akuntabel.
“Setiap tahun, P2TIM selalu menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban kepada Badan Keuangan Daerah. Hasil pemeriksaan BPK selalu dinyatakan wajar dan sesuai norma ketentuan.“ujar Pattikawa.
Petrotekno, Lembaga Pelatihan Migas Bereputasi Internasional
Petrotekno berdiri sejak 2007 dan berbasis di Ciloto, Puncak, Jawa Barat. Lembaga ini dikenal luas sebagai pelatihan migas dengan reputasi internasional. Selain bermitra dengan BP Tangguh LNG, Petrotekno bekerja sama dengan Pertamina dan Donggi Senoro LNG. Lembaga ini menjadi satu-satunya di Indonesia yang melatih tenaga kerja sesuai standar Global Vocational Qualification, khususnya dalam operasi dan pemeliharaan (operation and maintenance) industri migas.
Sejak 2017, kerja sama dengan BP Tangguh fokus mengembangkan SDM Papua. Tujuannya agar tenaga kerja lokal terserap optimal di sektor migas. Peserta pelatihan umumnya lulusan SMA atau SMK. Mereka menempuh pendidikan selama tiga tahun berbasis kompetensi nasional dan internasional. Setiap tahun, 30–50 peserta dari Teluk Bintuni dikirim ke Petrotekno. Program ini telah berjalan empat gelombang hingga 2022. Evaluasi pemerintah pada 2018 menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan teknis, komunikasi, dan kepercayaan diri peserta.
Pembukaan Program Pelatihan Langsung di Teluk Bintuni
Hasil positif mendorong inisiatif membawa program pelatihan ke Teluk Bintuni. Program lanjutan dijalankan selama 3,5 bulan untuk tenaga konstruksi migas. Kapasitas maksimal 100 peserta per gelombang.
Kolaborasi ini menjadi contoh nyata sinergi industri dan pemerintah daerah. Program ini menciptakan tenaga kerja terampil, berdaya saing, dan berorientasi global, sejalan dengan visi pembangunan SDM unggul di Papua. [Red]









