InfoMatoa, (Pegunungan Bintang) | Akses vital masyarakat di Distrik Iwur, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, akhirnya kembali terbuka setelah Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Satgas Teritorial dan Banmin di bawah Koops Swasembada TNI meresmikan jembatan gantung sepanjang 120 meter. Infrastruktur tersebut menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat perbatasan dalam meningkatkan akses pendidikan dan ekonomi.
Letkol Inf Erwan Harliantoro, S.T., M.Han., Danyonif 751/VJS, memimpin upacara peresmian jembatan yang berlangsung di GOR Kota Lama Morgo, Distrik Nabire. Dalam acara tersebut hadir Wakil Bupati Pegunungan Bintang Arnold Nam, S.AP., Kepala Dinas PU Herman Sampe, bersama tokoh adat serta unsur TNI-Polri lainnya. Prajurit TNI bersama masyarakat setempat menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut dalam waktu tiga minggu.
Bantuan Nyata Meringankan Keterbatasan
Jembatan gantung ini menggantikan jembatan lama dari tali dan rotan yang sering putus dan membahayakan keselamatan warga. Kondisi tersebut selama ini menjadi hambatan utama bagi anak-anak sekolah maupun pelaku ekonomi lokal. Kini, masyarakat Iwur yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini berharap jembatan baru ini mampu memperlancar mobilitas mereka.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak TNI beserta seluruh jajaran atas dedikasi dan kerja keras dalam membantu pembangunan jembatan gantung di Distrik Iwur. Kehadiran dan kerja nyata Bapak TNI telah banyak membantu masyarakat serta meringankan berbagai keterbatasan yang kami hadapi.” ujar Wakil Bupati Arnold Nam.
Arnold menegaskan bahwa jembatan ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan TNI. Ia berharap warga dapat menjaga fasilitas ini dengan baik agar manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan.
Mendorong Akses Pendidikan dan Ekonomi Lokal
Sementara itu, Letkol Inf Erwan Harliantoro menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan bentuk tanggap cepat terhadap kesulitan masyarakat.
“Kami menerima laporan bahwa banyak siswa mengalami kesulitan untuk berangkat ke sekolah karena jembatan sebelumnya telah putus. Dengan adanya jembatan gantung yang baru ini, kami berharap dapat memberikan akses yang lebih mudah dan aman.” kata Letkol Erwan.
Selain mempermudah jalur menuju sekolah, jembatan ini juga berperan sebagai penghubung utama antara Bandara Iwur dan pasar tradisional. Masyarakat meyakini kehadirannya mampu mendorong kegiatan perdagangan, memperlancar transportasi hasil bumi, serta memperkuat interaksi sosial ekonomi di wilayah perbatasan.
Upacara peresmian berakhir dengan pemotongan pita dan acara makan bersama antara masyarakat serta tamu undangan, yang menegaskan eratnya kemanunggalan TNI dan rakyat di Pegunungan Bintang. [Red]









