InfoMatoa, (Merauke) | Pemerintah Kabupaten Merauke membentuk Satuan Tugas (Satgas) Makanan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan program makan bergizi berjalan maksimal di sekolah-sekolah sasaran. Hal ini ditegaskan langsung oleh Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, S.H., LL.M dalam sambutannya baru-baru ini. (3/9)
Menurut Bupati, pada tahap awal pemerintah akan membangun 16 dapur sehat yang akan mengolah makanan bergizi untuk anak sekolah, ibu hamil, balita, serta kelompok rawan gizi. Satgas MBG akan berfungsi sebagai pengawas pelaksanaan agar program tepat sasaran dan berkelanjutan.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari sekolah, posyandu, pemerintah distrik, lurah, hingga dinas terkait seperti Pertanian, Perikanan, Peternakan, Ketahanan Pangan, dan Kesehatan.
“Karbohidrat bukan hanya beras. Kita dorong pemanfaatan pangan lokal seperti keladi, ubi jalar (petatas), dan sagu, selama sesuai standar gizi,” ujar bupati.
Bupati Gebze juga menegaskan bahwa program MBG memberi manfaat langsung bagi petani dan peternak lokal, karena hasil panen sayur, ikan, ayam, hingga telur akan diserap oleh dapur sehat. Dengan demikian, program ini bukan hanya meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat ekonomi rakyat.
“Dampak jangka panjangnya adalah lahirnya generasi Papua yang sehat, cerdas, dan mampu bersaing di masa depan. Inilah investasi nyata untuk 10–20 tahun mendatang,” ujarnya.
Selain itu, Pemkab Merauke juga menyiapkan Sekolah Rakyat berbasis asrama bagi anak-anak putus sekolah dan keluarga kurang mampu. Program ini didukung oleh TNI–Polri yang berperan membantu pengawasan kehadiran guru dan kelancaran proses belajar, terutama di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
Bupati menegaskan bahwa pendanaan program MBG sepenuhnya berasal dari pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional, sementara Pemda bersama TNI–Polri bertindak sebagai pendamping dan pengawas di lapangan.
“Program MBG bukan sekadar proyek. Ini adalah upaya menyelamatkan generasi bangsa dari stunting, buta huruf, dan keterbelakangan. Kita harus pastikan anak-anak Papua mendapat haknya untuk tumbuh sehat dan cerdas,” jelasnya.
[Red]









