InfoMatoa, (Merauke) | Coffee Senja Forkopimda Merauke menjadi momen penting yang diselenggarakan bersamaan dengan penutupan Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) 2025. Acara berlangsung pada Kamis, 16 Oktober 2025, pukul 16.10 WIT, di Gedung GOR Head Sai, Jl. Prajurit, Kelurahan Mandala, Distrik Merauke. Gubernur Papua Selatan, Prof. Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST., M.T., memimpin acara secara langsung bersama jajaran Forkopimda Provinsi dan Kabupaten Merauke, serta sekitar 50 tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat.
Sambutan Gubernur dan Apresiasi PKD
Gubernur Apolo Safanpo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya PKD 2025 yang berjalan lancar dan tertib. Ia menekankan bahwa kegiatan ini penting untuk melestarikan budaya lokal Papua Selatan sekaligus memperkenalkannya ke tingkat nasional dan internasional.
“Pekan Kebudayaan ini menjadi sarana mempererat persatuan bangsa dan mendukung promosi daerah sebagai destinasi wisata budaya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa setiap kontingen peserta menampilkan kekhasan budaya masing-masing sehingga memperlihatkan keberagaman yang kaya dan unik.
Prosesi Penutupan PKD
Gubernur menandai penutupan PKD dengan memukul tifa sebagai simbol resmi berakhirnya kegiatan. Selanjutnya, ia melepas tanda peserta dan menyerahkan uang pembinaan kepada ketua kontingen dari empat kabupaten. Para peserta menyampaikan kesan dan pesan, menyanyikan lagu “Tanah Papua”, serta mengikuti doa penutup yang dipimpin tokoh agama setempat.
Coffee Senja dan Sinergi Forkopimda
Setelah itu, pemerintah menggelar Coffee Senja bersama Forkopimda Provinsi dan Kabupaten Merauke. Kegiatan ini memperkuat komunikasi, koordinasi, dan sinergi antar instansi dalam mendukung program strategis pemerintah di tingkat daerah maupun pusat. Panitia juga mengadakan lomba menyanyi antar Forkopimda. Ferdinand Salima memenangkan Juara I, sedangkan peserta lain menerima penghargaan apresiatif.
Kesimpulan dan Harapan
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kebersamaan. Kehadiran Forkopimda dan partisipasi aktif masyarakat menjadi fondasi kuat membangun solidaritas lintas sektor. Kegiatan ini juga memperkuat identitas budaya Papua Selatan dan menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan lokal. Gubernur berharap acara serupa dapat digelar rutin setiap tahun agar budaya dan persatuan masyarakat Papua Selatan tetap terjaga dan semakin dikenal luas. [Red]









