InfoMatoa, (Jayapura) | Sebanyak 70 mahasiswa dan 14 dosen Universitas Internasional Papua (UIP) resmi berangkat menuju Distrik Vanimo Green River, Provinsi West Sepik, Papua New Guinea (PNG), untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) lintas negara, Senin (8/12). Selain itu, keberangkatan ini mencatat implementasi pertama MoU kerja sama pendidikan RI–PNG yang terbit pada 2022.
Dalam rangkaian kegiatan, para pejabat dari kedua negara menegaskan pentingnya program KKN ini sebagai jembatan persahabatan dan diplomasi masyarakat. Mr. Roland Taile, Asisten Sekda West Sepik, menekankan bahwa kerja sama pendidikan Indonesia–PNG melalui KKN UIP menjadi langkah awal. Selanjutnya, ia berharap kolaborasi ini terus berkembang. Sementara itu, perwakilan Konsulat RI–PNG, Paulus, menilai kegiatan ini memberi pengalaman berharga bagi mahasiswa. Selain itu, mereka belajar langsung dari komunitas lokal di lima kampung wilayah Vanimo.
Rektor UIP, Izak Morin, dan Ketua Yayasan UIP, Samuel Tabuni, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah West Sepik serta para kepala kampung di PNG yang menerima mahasiswa selama sepekan. Keduanya menegaskan bahwa KKN lintas negara ini bukan hanya program akademik, tetapi juga wahana pembentukan karakter. Selanjutnya, kegiatan ini memperkuat jejaring pendidikan dan meningkatkan hubungan sosial budaya antarwarga kedua negara.
Usai seremoni, rombongan mahasiswa dan dosen bergerak menuju Kantor Imigrasi Wutung. Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan ke titik penugasan di Vanimo. Pihak UIP dan pemerintah daerah berharap program KKN pada 8–13 Desember 2025 ini terus mendapat dukungan dari Konsulat RI–PNG. Selain itu, mereka berharap program ini berkembang sebagai model kerja sama pendidikan yang lebih luas. [Red]









