Waspada Bencana Hidrometeorologi: Enam Wilayah di Papua Berpotensi Banjir, BPBD Dorong Edukasi dan Kesiapsiagaan

- Jurnalis

Kamis, 4 Desember 2025 - 07:09 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Jayapura) | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua mengeluarkan peringatan dini terkait potensi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir, yang mengancam enam wilayah di Papua. Kesiapsiagaan ini muncul karena intensitas hujan diperkirakan meningkat akibat perubahan iklim.

Plt. Kepala BPBD Papua, B. Wisnu Raditya, menyebutkan enam daerah yang memiliki potensi tinggi terdampak banjir, yaitu: Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Mamberamo Raya, Kabupaten Waropen, dan Kabupaten Sarmi.

Kita sudah sampaikan ke semua BPBD kabupaten/kota untuk tetap waspada, sekaligus meminta mereka untuk menyampaikan edukasi kepada masyarakat terkait penyebab banjir dan langkah-langkah yang perlu diantisipasi,” kata Wisnu Raditya.

Edukasi dan Mitigasi Berbasis Masyarakat

BPBD Papua mengoordinasikan langkah-langkah pencegahan di tingkat kabupaten/kota untuk mengantisipasi dan memitigasi risiko. Fokus utamanya adalah edukasi masyarakat mengenai kesiapsiagaan bencana, termasuk praktik yang dapat mencegah atau memperburuk banjir.

Baca Juga :  22 Rumah Dinas TNI AD di Jayapura Selatan Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Edukasi yang BPBD dorong meliputi hal-hal praktis seperti:

  • Menyiapkan tempat khusus untuk menyimpan peralatan dan dokumen penting.
  • Meminta masyarakat tidak membuang sampah sembarangan di sungai atau saluran air.
  • Mengimbau warga untuk tidak menebang pohon di area perbukitan dan daerah resapan air.
Baca Juga :  Amankan Natal dan Tahun Baru, Polda Papua Kerahkan 2.150 Personel dalam Operasi Lilin Cartenz-2025

Wisnu Raditya mengingatkan bahwa banjir yang melanda beberapa wilayah di Indonesia, seperti di Sumatera Utara (Tapanuli dan Sibolga), banyak terjadi karena perambahan hutan dan kerusakan lingkungan.

Karena banjir yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia Barat seperti Tapanuli dan Sibolga disebabkan oleh perambahan hutan,” jelasnya, menekankan pentingnya menjaga daerah hulu.

BPBD Papua juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti petunjuk serta informasi terbaru mengenai kondisi cuaca dan bencana hidrometeorologi dari sumber resmi seperti BMKG dan BPBD setempat. Kesiapsiagaan kolektif diharapkan mampu meminimalisir dampak kerugian akibat bencana. [Red]

BERITA LAINNYA

Gibran Rakabuming Raka Kunjungi Pasar Ikan Fandoi di Biak Numfor, Borong Ikan Baronang dan Panjang
Dua Nelayan Asal Jayapura Hanyut, Pencarian Diperluas Hingga Perairan Papua Nugini
Kecelakaan Laut di Perairan Saireri, Sembilan Penumpang Speed Boat Selamat Berkat Respons Cepat Satpolairud Polres Waropen
Natal Bersama FSP-ASN Jayapura, Wabup Haris Apresiasi Loyalitas Pensiunan
Dapur Nasional Polda Papua Jadi Garda Depan Pemenuhan Gizi Pelajar
Guru Se-Kabupaten Jayapura Geruduk Kantor DPR, Tagih Hak Gaji ULP hingga Tunjangan Profesi yang Belum Dibayar
Ratusan Warga Waropen Gelar Aksi Tuntut Perombakan Pejabat dan Transparansi Keuangan Daerah
Dukung Asta Cita Presiden, Polda Papua Gelar Panen Raya Jagung Serentak di Koya Barat
Berita ini 0 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:33 WIT

Gibran Rakabuming Raka Kunjungi Pasar Ikan Fandoi di Biak Numfor, Borong Ikan Baronang dan Panjang

Rabu, 14 Januari 2026 - 09:25 WIT

Dua Nelayan Asal Jayapura Hanyut, Pencarian Diperluas Hingga Perairan Papua Nugini

Rabu, 14 Januari 2026 - 08:10 WIT

Kecelakaan Laut di Perairan Saireri, Sembilan Penumpang Speed Boat Selamat Berkat Respons Cepat Satpolairud Polres Waropen

Selasa, 13 Januari 2026 - 08:34 WIT

Natal Bersama FSP-ASN Jayapura, Wabup Haris Apresiasi Loyalitas Pensiunan

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:23 WIT

Dapur Nasional Polda Papua Jadi Garda Depan Pemenuhan Gizi Pelajar

Berita Terbaru

Asia - Pasifik

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Kamis, 15 Jan 2026 - 09:33 WIT

error: Content is protected !!