InfoMatoa, (Jakarta) | Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2025 yang mengusung tema “Menguatkan Baznas, Mendukung Asta Cita”.
Acara yang dibuka Menteri Agama Nasaruddin Umar ini menjadi forum penting untuk menyinergikan pengelolaan zakat dengan program pembangunan nasional di bawah Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Ketua Baznas, KH. Noor Achmad (Kiai Noor), menegaskan bahwa zakat harus menjadi instrumen transformasi sosial yang mendorong pemerataan kesejahteraan.
Ia menilai, program Baznas sejalan dengan misi pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas SDM, serta penguatan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.
“Zakat bukan hanya ibadah individual, tetapi bagian dari gotong royong bangsa untuk menghadirkan keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan,” pungkasnya.
Dalam lima tahun terakhir, Baznas mencatat peningkatan signifikan penghimpunan zakat. Dari Rp12,43 triliun pada 2020, penghimpunan tumbuh hingga Rp40,53 triliun pada 2024. Di tingkat pusat, pengumpulan juga meningkat dua kali lipat lebih, dari Rp517 miliar pada 2021 menjadi Rp1,12 triliun pada 2024, dengan target Rp1,35 triliun pada 2025. Jumlah muzaki pun bertambah hingga 28,46 juta jiwa, mencerminkan meningkatnya kesadaran berzakat di tengah masyarakat.
Selain memperkuat tata kelola zakat lewat transformasi digital dan peningkatan kualitas SDM amil, Baznas kini memiliki Indeks Zakat Nasional (IZN) yang diakui Bappenas sebagai indikator pembangunan daerah.
Tidak hanya di dalam negeri, Baznas juga berperan di tingkat internasional, termasuk menghimpun Rp375 miliar untuk Palestina, dengan Rp120 miliar telah disalurkan bagi lebih dari 670 ribu penerima manfaat di Gaza.
Rakornas 2025 juga menghadirkan Baznas Awards, yang memberikan hampir 1.000 penghargaan kepada Baznas daerah, LAZ, tokoh publik, dan mitra strategis. Menurut Kiai Noor, penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan untuk semakin memajukan gerakan zakat nasional.
Rakornas tahun ini sekaligus menandai akhir masa kepemimpinan Kiai Noor periode 2020–2025. Ia berharap estafet kepemimpinan Baznas berikutnya mampu menjaga dan mengembangkan inovasi yang telah dirintis. [Red]









