InfoMatoa, (Manila) | Militer Filipina pada Minggu (14/9) mengumumkan pelaksanaan latihan gabungan bersama Pasukan Bela Diri Maritim Jepang dan Angkatan Laut Amerika Serikat di Laut China Selatan.
Latihan trilateral yang berlangsung selama dua hari sejak Jumat itu menjadi latihan tiga arah pertama antara Manila, Tokyo, dan Washington di kawasan tersebut sejak Maret lalu.
“Latihan ini menekankan pada peningkatan koordinasi operasional di tengah meningkatnya dominasi dan tindakan intimidatif China di perairan strategis tersebut,” ujar pejabat pertanahan tersebut.
Sebagai respons, Beijing dalam pernyataan resmi menuding Filipina merusak stabilitas regional dengan melibatkan kekuatan eksternal, seraya mengumumkan bahwa pihaknya juga melakukan patroli dua hari hingga Sabtu.
Ketegangan kian meningkat setelah pemerintah China pada Rabu lalu menyetujui pembentukan cagar alam nasional di Scarborough Shoal wilayah yang berada dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Filipina. Manila menolak langkah tersebut dengan tegas.
Duta Besar Jepang untuk Filipina, Kazuya Endo, menegaskan melalui media sosial bahwa putusan arbitrase internasional tahun 2016 yang menolak klaim Beijing harus dihormati. Sikap tersebut mempertegas dukungan Tokyo terhadap Manila dalam sengketa Laut China Selatan.
Selain itu, pada Selasa, Jepang dan Filipina juga menyepakati peningkatan kerja sama di bidang peralatan dan teknologi pertahanan, sebuah langkah strategis untuk memperkuat posisi menghadapi tekanan China di kawasan. [Red]









