InfoMatoa, (Jakarta) | PLN UID Jakarta Raya melalui program Hub UMK menggelar pelatihan membatik bagi komunitas Single Mom’s Indonesia (SMI). Kegiatan berlangsung di Rumah Batik Palbatu, Jakarta, Minggu (14/9), sebagai upaya mendukung pemberdayaan perempuan sekaligus melestarikan budaya batik.
Dikutip dari RRI.co.id, dalam pelatihan ini para peserta diajarkan mulai dari teknik dasar hingga praktik langsung membatik bersama pengrajin. Mereka juga mendapatkan pemahaman tentang proses panjang yang melahirkan karya batik khas Jakarta.
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menegaskan kegiatan tersebut tidak hanya sebatas pelatihan keterampilan, tetapi juga bagian dari strategi membuka jalan usaha baru bagi komunitas.
“Kami berharap pelatihan ini tidak hanya menjadi pengalaman sesaat, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi para peserta. PLN UID Jakarta Raya melalui program Hub UMK Jakarta Raya akan terus mendampingi UMKM dan komunitas agar semakin mandiri dan berdaya saing,” ujar Andy.
Pelatihan yang berlangsung dalam beberapa sesi ini diarahkan agar peserta mampu menghasilkan karya batik bernilai seni sekaligus bernilai jual.
Pendiri Rumah Batik Palbatu, Budi Harry, mengapresiasi semangat para ibu dari komunitas SMI. Ia menekankan bahwa membatik tidak sekadar keterampilan, melainkan juga bagian penting dari pelestarian budaya.
“Membatik bukan hanya soal keterampilan, tetapi juga sebuah proses melestarikan budaya sekaligus membuka jalan untuk peluang ekonomi baru. Saya berharap apa yang dipelajari di sini bisa menjadi bekal bagi mereka untuk mandiri dan semakin berdaya,” kata Harry.
Sementara itu, salah satu perwakilan komunitas SMI, Icha, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan.
“Selain menambah ilmu dan pengalaman, kegiatan ini juga membuka wawasan saya bahwa membatik bisa menjadi peluang usaha yang nyata untuk membantu perekonomian keluarga,” ujarnya penuh antusias.
Melalui pelatihan ini, PLN UID Jakarta Raya berharap tercipta generasi perempuan yang tidak hanya berdaya secara ekonomi, tetapi juga turut menjaga warisan budaya bangsa melalui seni batik. [Red]









