InfoMatoa, (Jakarta) | Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta menyampaikan harapannya agar keanggotaan penuh Timor Leste di ASEAN pada 26 Oktober mendatang dapat memperkuat persatuan dan kebersamaan di kawasan.
“Setelah Timor Leste bergabung di ASEAN, kami berharap dapat membawa persatuan di ASEAN yang menerima semua orang dan tidak meninggalkan siapa pun,” kata Ramos-Horta melalui tautan video dalam agenda ASEAN for the People’s Conference yang digelar Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di Jakarta, Ahad (28/9).
Ramos-Horta menekankan bahwa ASEAN perlu memiliki kebijaksanaan dan keberanian dalam menghadapi tantangan global, termasuk perubahan iklim dan bencana alam.
Ia mengajak negara-negara anggota untuk menyingkirkan keangkuhan dan fokus pada hal-hal yang menyatukan demi terciptanya perdamaian, keamanan, serta stabilitas kawasan.
Selain memperkuat solidaritas internal, Ramos-Horta juga mendorong ASEAN memperluas jejaring kerja sama dengan mitra eksternal, seperti India, Australia, Selandia Baru, dan negara-negara kepulauan Pasifik.
“Ini adalah tantangan bagi ASEAN untuk menjadi pembangun jembatan, pembangun dialog, dan pembangun pertemanan,” ujarnya.
Ia turut mengingatkan bahwa persaingan kekuatan besar dunia sering memicu ketegangan yang berisiko berkembang menjadi konflik. Karena itu, ASEAN harus belajar dari sejarah untuk menghindari perang, friksi, dan konflik dagang.
Timor Leste secara resmi akan diterima sebagai anggota ke-11 ASEAN pada KTT ke-47 yang berlangsung di Kuala Lumpur pada 26–28 Oktober 2025.
Proses aksesi negara itu dimulai sejak 2011 dan baru tuntas setelah melalui asesmen langsung di Dili serta memenuhi seluruh mekanisme yang disepakati negara anggota. [Red]









