ASEAN Susun Peta Jalan Energi 2026–2030 dalam AMEM ke-43 di Kuala Lumpur

- Jurnalis

Jumat, 17 Oktober 2025 - 07:57 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Kuala Lumpur) | Pertemuan ke-43 Menteri Energi ASEAN (AMEM ke-43) resmi dibuka di Kuala Lumpur Convention Centre, Malaysia, Kamis (16/10). Forum ini menjadi momen penting bagi ASEAN untuk menetapkan arah kebijakan energi kawasan selama lima tahun ke depan.

AMEM ke-43 dan Fokus Energi ASEAN

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Peralihan Tenaga dan Transformasi Air Malaysia, Datuk Amar Haji Fadillah Bin Haji Yusof, menegaskan bahwa pertemuan kali ini tidak hanya menutup rencana kerja sebelumnya. Selain itu, AMEM ke-43 membuka proses penyusunan lanskap energi ASEAN 2026–2030.

“AMEM kali ini merupakan momen penting. Kita tidak hanya menutup rencana kerja saat ini, tetapi juga bersama-sama menyusun arah lanskap energi untuk lima tahun ke depan,” ujar Fadillah.

Malaysia mengusung tema kepemimpinan ASEAN tahun ini, yaitu “Inklusivitas dan Keberlanjutan.” Mereka mewujudkan tema untuk sektor energi melalui slogan “Menerangi ASEAN: Menjembatani Batas, Membangun Kemakmuran.” Tema ini menunjukkan komitmen Malaysia memperkuat konektivitas energi regional. Selain itu, mereka memastikan transisi energi berjalan berkeadilan dan menciptakan kesejahteraan bersama di kawasan.

Baca Juga :  ASEAN dan Mitra Global Bahas ASEAN Power Grid Financing di Kuala Lumpur

Agenda Utama dan Peta Jalan Energi

AMEM menempatkan peluncuran Rencana Aksi Kerja Sama Energi ASEAN (APAEC) Fase II: 2026–2030 sebagai agenda utama. Dokumen ini menjadi peta jalan bagi negara-negara ASEAN untuk mengembangkan sistem energi yang lebih bersih, tangguh, dan terintegrasi.

Para menteri menandatangani beberapa dokumen penting dan memperkuat Nota Kesepahaman (MoU) jaringan listrik ASEAN untuk mendukung perdagangan listrik lintas batas. Mereka menyepakati Perjanjian Kerangka Kerja ASEAN tentang Keamanan Minyak Bumi (AFAPS) guna memperkokoh ketahanan energi. Selain itu, Inisiatif Pembiayaan Jaringan Listrik ASEAN (APGF) akan menarik investasi infrastruktur lintas negara.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Bertemu Sekjen PBB Bahas Perdamaian Palestina dan Peran Indonesia

Fadillah menambahkan bahwa pertemuan meninjau peta jalan energi terbarukan, platform investasi efisiensi energi ASEAN, dan kerangka kerja kabel daya bawah laut untuk memperkuat interkoneksi sistem tenaga regional. Para menteri juga menerima laporan kemajuan terkait pembangkit listrik tenaga nuklir (NPP) dan sertifikat energi terbarukan (REC). Langkah ini membantu mendorong dekarbonisasi kawasan.

Dialog dan Partisipasi Delegasi Indonesia

Sesi AMEM hari ini mencakup dialog dengan IEA, IRENA, dan sektor swasta. Para peserta melanjutkan pertemuan dengan KTT Asia Timur (EAS EMM) ke-19 dan Konsultasi AMEM+3 ke-22 pada Jumat (17/10). Delegasi Indonesia dipimpin Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung. Ia hadir bersama pejabat senior bidang energi untuk memastikan aspirasi Indonesia tersampaikan dan kepentingan nasional tercapai. [Red]

BERITA LAINNYA

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi
Inggris Bahas Opsi Penempatan Pasukan NATO di Greenland Bersama Sekutu Eropa
KBRI Ottawa Tegaskan Asia Tenggara Mitra Strategis Kanada
Delapan Negara Eropa Tolak Ambisi Trump Caplok Greenland
Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung Tegaskan Stabilitas Hubungan Bilateral
Setelah Maduro, Trump Isyaratkan Tumbangkan Presiden Kolombia dan Pemimpin Iran
AS Klaim Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam Operasi Militer Rahasia
Penjualan Tesla Anjlok pada 2025, BYD Resmi Salip Pasar EV Global
Berita ini 7 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Kamis, 15 Januari 2026 - 09:33 WIT

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Senin, 12 Januari 2026 - 17:25 WIT

Inggris Bahas Opsi Penempatan Pasukan NATO di Greenland Bersama Sekutu Eropa

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:05 WIT

KBRI Ottawa Tegaskan Asia Tenggara Mitra Strategis Kanada

Kamis, 8 Januari 2026 - 07:07 WIT

Delapan Negara Eropa Tolak Ambisi Trump Caplok Greenland

Rabu, 7 Januari 2026 - 09:42 WIT

Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung Tegaskan Stabilitas Hubungan Bilateral

Berita Terbaru

error: Content is protected !!