InfoMatoa, (Australia) | Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengecam keras penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, pada Minggu (14/12). Dalam pernyataan resminya, Albanese menegaskan bahwa kekerasan dan kebencian tidak memiliki tempat di Australia. Karena itu, pemerintah berkomitmen memberantasnya secara tegas.
“Tidak ada tempat untuk kebencian, kekerasan, dan terorisme ini di negara kita. Izinkan saya memperjelas, kita akan memberantasnya,” kata Albanese dalam konferensi pers usai memimpin pertemuan Komite Keamanan Nasional di Canberra.
Albanese menyebut insiden tersebut sebagai aksi terorisme. Ia menilai serangan itu secara khusus menargetkan warga Yahudi Australia.
“Ini adalah serangan yang ditargetkan pada warga Yahudi Australia. Australia tidak akan pernah tunduk pada perpecahan, kekerasan, atau kebencian,” tegasnya.
Kecaman atas penembakan massal itu juga datang dari berbagai pemimpin dunia. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengaku terkejut. Ia mengutuk “serangan mematikan yang keji” melalui unggahan di media sosial X.
Selain itu, Perdana Menteri Selandia Baru Christopher Luxon turut menyampaikan duka mendalam.
“Saya terkejut dengan pemandangan yang menyedihkan di Bondi. Pikiran saya dan seluruh warga Selandia Baru bersama mereka yang terdampak,” tulis Luxon.
Sementara itu, Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan kecaman keras. Ia juga menyampaikan belasungkawa tulus kepada keluarga korban. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pun menyatakan simpati mendalam. Ia menegaskan solidaritas dengan pemerintah dan rakyat Australia di tengah masa sulit tersebut.
Menurut keterangan pejabat Australia, insiden penembakan massal itu menewaskan sedikitnya 16 orang. Selain itu, sekitar 40 orang lainnya mengalami luka-luka. Polisi setempat juga mengonfirmasi penemuan alat peledak. Petugas kemudian mengevakuasi benda tersebut dari salah satu kendaraan yang diduga milik pelaku, sebagaimana dilaporkan media lokal ABC.
Pemerintah Australia berharap penanganan yang cepat dan tegas dapat memulihkan rasa aman masyarakat. Dengan langkah tersebut, pemerintah ingin memperkuat komitmen bersama melawan ekstremisme, kekerasan, dan kebencian. Upaya ini dilakukan demi menjaga persatuan serta nilai toleransi yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa di Australia. [Red]









