InfoMatoa, (China) | Pemerintah China secara resmi menyatakan dukungan penuh bagi Indonesia untuk memimpin Dewan HAM PBB. Dukungan ini akan memperkuat posisi tawar Indonesia di kancah internasional. Juru Bicara Kemlu China, Lin Jian, menyampaikan pengumuman tersebut di Beijing. Pernyataan ini muncul dalam konferensi pers pada Kamis (25/12).
“China mendukung Indonesia dalam menjalankan tugasnya sebagai presiden baru Dewan HAM PBB dan siap meningkatkan dialog serta kerja sama dengan semua pihak,” ujar Lin Jian.
Pencalonan Tunggal dan Penguatan Multilateralisme
Sebelumnya, anggota Kelompok Asia-Pasifik telah memilih Indonesia sebagai calon tunggal ketua. Momen bersejarah ini bertepatan dengan perayaan 20 tahun berdirinya Dewan HAM PBB. Kemudian, pertemuan resmi pada 8 Januari 2026 akan menetapkan nominasi tersebut. Selanjutnya, Sidharto Suryodipuro selaku Wakil Tetap RI di Jenewa bakal mengemban jabatan ini.
Di sisi lain, Lin Jian menegaskan kesiapan China bekerja sama dengan Indonesia. Tujuannya, kerja sama ini ingin mendorong isu hak asasi internasional secara sehat. Maka dari itu, kedua negara mengusulkan pendekatan yang lebih konstruktif di tingkat global.
“Kami siap bekerja sama untuk mempraktikkan multilateralisme sejati dan bersama-sama mempromosikan perkembangan isu hak asasi manusia internasional yang sehat,” tambah Lin Jian.
Komitmen Kepemimpinan dan Harapan Global
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI berkomitmen memimpin sidang secara objektif. Selain itu, pemerintah memastikan seluruh proses internal berjalan secara berimbang. Pasalnya, Indonesia ingin memanfaatkan momentum ini untuk menguatkan tata kelola dunia. Apalagi, hal tersebut sejalan dengan visi Indonesia sebagai mediator perdamaian.
Terkait mekanisme, sistem rotasi kawasan menentukan keketuaan setiap tahunnya. Hasilnya, Kelompok Asia-Pasifik mendapatkan giliran memimpin pada periode 2026 mendatang. Saat ini, Indonesia masih menjabat sebagai anggota aktif hingga tahun 2026.
Sebagai informasi, Majelis Umum PBB memilih 47 negara melalui pemungutan suara rahasia. Tak hanya itu, pemilihan tersebut mempertimbangkan rekam jejak nyata setiap negara kandidat. Oleh sebab itu, dukungan internasional pasti memperkuat peran diplomasi Indonesia. Akhirnya, dunia berharap kepemimpinan Indonesia mampu menciptakan keadilan global. [Red]









