InfoMatoa, (Phnom Penh) | ASEAN telah mengirimkan tim pengamat sementara untuk mengawasi gencatan senjata di wilayah perbatasan Thailand dan Kamboja yang menjadi sengketa. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Maly Socheata, pada Senin (4/8), seperti dikutip dari Xinhua.
Peran Malaysia sebagai Ketua Tim Pengamat
Tim pengamat ini dipimpin oleh Atase Militer Malaysia, didampingi oleh Asisten Atase Militer dari Vietnam dan Thailand. Kamboja menyambut baik kehadiran tim ini dan menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama. “Kamboja siap bekerja sama dengan tim pengamat yang dipimpin Malaysia untuk memantau pelaksanaan gencatan senjata,” ujar Socheata.
Penugasan tim pengamat ini menunjukkan upaya serius ASEAN dalam menjaga stabilitas dan mendorong perdamaian di kawasan. Kehadiran mereka dianggap krusial untuk memastikan kesepakatan gencatan senjata dijalankan secara efektif dan tidak dilanggar oleh pihak mana pun.
Sebagai ketua ASEAN, Malaysia memainkan peran sentral dalam memediasi dan memimpin pengawasan ini. Tindakan tersebut menegaskan solidaritas ASEAN dalam mengelola konflik internal anggotanya dan komitmennya terhadap penyelesaian damai.
Harapan untuk Perdamaian Jangka Panjang
Tim pengamat ASEAN bertugas memastikan semua pihak menaati kesepakatan dan menjaga situasi tetap kondusif. Kehadiran mereka juga diharapkan dapat membuka jalur komunikasi yang lebih baik antara Thailand dan Kamboja.
Kamboja menyambut baik peran aktif ASEAN dan berjanji akan menjaga transparansi serta koordinasi selama proses pemantauan. “Diharapkan ini menjadi dasar untuk membangun kepercayaan dan memperkuat mekanisme penyelesaian konflik di kawasan,” kata Socheata, berharap langkah ini dapat menjadi fondasi perdamaian yang lebih kuat di masa depan.(Red)









