AS Ganti Nama Kementerian Pertahanan Menjadi ‘Departemen Perang’

- Jurnalis

Sabtu, 6 September 2025 - 22:12 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Jakarta) | Dalam sebuah langkah yang menuai beragam reaksi, Presiden AS Donald Trump resmi mengubah nama Kementerian Pertahanan (Kemhan) menjadi Departemen Perang. Perubahan ini ditandai dengan penandatanganan perintah eksekutif oleh Trump di Oval Office, (5/9).

Kepada wartawan, Trump menjelaskan bahwa nama baru ini mengirimkan pesan kemenangan dan dinilai lebih tepat untuk situasi dunia saat ini. Ia merasa nama “Pertahanan” terlalu pasif dan ingin Washington juga dikenal karena kekuatan ofensifnya.

Dulu namanya Departemen Perang, dan kedengarannya lebih kuat,” ujar Trump.

Seraya mengenang sejarah kemenangan AS, termasuk Perang Dunia I dan Perang Dunia II, saat nama tersebut masih digunakan.

Baca Juga :  Presiden Prabowo di PBB: Pengakuan Palestina Harus Dilakukan Sekarang

Nama Departemen Perang sendiri telah digunakan sejak era Presiden George Washington pada 1789. Setelah Perang Dunia II, departemen ini digabung dengan Angkatan Laut dan Angkatan Udara di bawah Badan Militer Nasional, yang kemudian pada tahun 1949 diubah menjadi Kementerian Pertahanan.

Meskipun perintah eksekutif ini telah diteken, perubahan nama ini belum bersifat permanen. Sesuai konstitusi, nama Kemhan hanya dapat diubah secara resmi dengan persetujuan Kongres.

Baca Juga :  ASEAN dan Mitra Global Bahas ASEAN Power Grid Financing di Kuala Lumpur

Oleh karena itu, untuk sementara, “Departemen Perang” akan berfungsi sebagai gelar sekunder yang dapat digunakan oleh para pejabat dalam acara resmi, komunikasi publik, dan dokumen non-konstitusional.

Langkah ini menegaskan kembali keinginan Trump untuk menunjukkan kekuatan militer AS, namun juga menimbulkan perdebatan mengenai implikasi dari pemilihan nama yang begitu lugas dan bersejarah. [Red]

BERITA LAINNYA

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi
Inggris Bahas Opsi Penempatan Pasukan NATO di Greenland Bersama Sekutu Eropa
KBRI Ottawa Tegaskan Asia Tenggara Mitra Strategis Kanada
Delapan Negara Eropa Tolak Ambisi Trump Caplok Greenland
Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung Tegaskan Stabilitas Hubungan Bilateral
Setelah Maduro, Trump Isyaratkan Tumbangkan Presiden Kolombia dan Pemimpin Iran
AS Klaim Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam Operasi Militer Rahasia
Penjualan Tesla Anjlok pada 2025, BYD Resmi Salip Pasar EV Global
Berita ini 9 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Kamis, 15 Januari 2026 - 09:33 WIT

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Senin, 12 Januari 2026 - 17:25 WIT

Inggris Bahas Opsi Penempatan Pasukan NATO di Greenland Bersama Sekutu Eropa

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:05 WIT

KBRI Ottawa Tegaskan Asia Tenggara Mitra Strategis Kanada

Kamis, 8 Januari 2026 - 07:07 WIT

Delapan Negara Eropa Tolak Ambisi Trump Caplok Greenland

Rabu, 7 Januari 2026 - 09:42 WIT

Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung Tegaskan Stabilitas Hubungan Bilateral

Berita Terbaru

Asia - Pasifik

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Kamis, 15 Jan 2026 - 09:33 WIT

error: Content is protected !!