China–Indonesia Perkuat Kerja Sama Maritim, Banda Aceh Tawarkan Potensi Investasi

- Jurnalis

Senin, 15 September 2025 - 16:41 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Shandong) | Kemitraan maritim antara China dan Indonesia kian berkembang seiring perluasan kerja sama di bawah Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra/Belt and Road Initiative (BRI) serta strategi pembangunan nasional Indonesia.

Kolaborasi yang awalnya terbatas pada perdagangan perikanan kini merambah ke infrastruktur, penelitian ilmiah, hingga investasi industri.

Dalam Forum Pembangunan Kelautan Global (Global Ocean Development Forum) 2025 di Qingdao, Provinsi Shandong, pada 7–9 September, Jalaluddin Umar, perwakilan khusus Wali Kota Banda Aceh sekaligus Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, menekankan pentingnya kerja sama antarkota.

Ia menyatakan Banda Aceh berharap dapat menjalin hubungan kota kembar dengan Qingdao untuk mengeksplorasi peluang di sektor kelautan.

Baca Juga :  Nyamuk Pertama Ditemukan di Islandia, Ilmuwan Kaitkan dengan Perubahan Iklim

Sejak 2023, kawasan demonstrasi ekonomi dan perdagangan China–Indonesia di Yuanhong, Fujian, berkembang menjadi pusat kerja sama perikanan.

Perusahaan-perusahaan makanan laut besar telah membentuk klaster di kawasan tersebut, sementara empat perusahaan China berinvestasi di Indonesia dengan nilai lebih dari 6,3 miliar yuan.

Proyek yang digarap mencakup basis pembiakan udang, fasilitas pengolahan makanan laut, dan pusat perikanan.

Jalaluddin menyebut Banda Aceh memiliki kekayaan sumber daya laut, terutama tuna, namun masih menghadapi kendala fasilitas pelabuhan, penyimpanan dingin, dan metode penangkapan tradisional.

China memiliki teknologi maju dalam penangkapan ikan, logistik rantai dingin, dan pengolahan mendalam. Kami berharap dapat bekerja sama dengan mitra dari China di bidang tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Banda Aceh membuka peluang investasi lebih luas di sektor pelabuhan, akuakultur, dan pengolahan hasil laut.

Baca Juga :  IMF Waspadai Kesenjangan Baru Akibat Revolusi AI

Kerja sama maritim ini juga mendapat dukungan kawasan ASEAN. Sekretaris Jenderal Pusat ASEAN–China, Shi Zhongjun, menekankan potensi besar kolaborasi maritim.

China menghadirkan teknologi dan pasar yang luas, sementara ASEAN menawarkan kekayaan sumber daya laut. Prospek kerja samanya sangat luas,” katanya.

Dengan adanya Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP), kolaborasi China–Indonesia di bidang kelautan diproyeksikan berkembang ke arah inovasi bersama dan berbagi nilai, sekaligus memberi kontribusi baru bagi pertumbuhan ekonomi biru global. [Red]

BERITA LAINNYA

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi
Inggris Bahas Opsi Penempatan Pasukan NATO di Greenland Bersama Sekutu Eropa
KBRI Ottawa Tegaskan Asia Tenggara Mitra Strategis Kanada
Delapan Negara Eropa Tolak Ambisi Trump Caplok Greenland
Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung Tegaskan Stabilitas Hubungan Bilateral
Setelah Maduro, Trump Isyaratkan Tumbangkan Presiden Kolombia dan Pemimpin Iran
AS Klaim Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam Operasi Militer Rahasia
Penjualan Tesla Anjlok pada 2025, BYD Resmi Salip Pasar EV Global
Berita ini 5 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Kamis, 15 Januari 2026 - 09:33 WIT

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Senin, 12 Januari 2026 - 17:25 WIT

Inggris Bahas Opsi Penempatan Pasukan NATO di Greenland Bersama Sekutu Eropa

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:05 WIT

KBRI Ottawa Tegaskan Asia Tenggara Mitra Strategis Kanada

Kamis, 8 Januari 2026 - 07:07 WIT

Delapan Negara Eropa Tolak Ambisi Trump Caplok Greenland

Rabu, 7 Januari 2026 - 09:42 WIT

Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung Tegaskan Stabilitas Hubungan Bilateral

Berita Terbaru

Asia - Pasifik

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Kamis, 15 Jan 2026 - 09:33 WIT

error: Content is protected !!