Gempa Dahsyat Guncang Kamchatka, Rusia, Disusul Aktivitas Gunung Klyuchevskoy

- Jurnalis

Kamis, 31 Juli 2025 - 13:46 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Jakarta) | Dua bencana alam beruntun melanda Semenanjung Kamchatka, Rusia, pada Rabu (30/7). Gempa bumi berkekuatan magnitudo 8,8 mengguncang wilayah tersebut pada pagi hari, disusul dengan aktivitas vulkanik dari Gunung Klyuchevskoy—gunung tertinggi dan paling aktif di Eurasia.

Menurut laporan Badan Geologi Amerika Serikat (USGS), pusat gempa terletak sekitar 136 kilometer timur dari kota Petropavlovsk-Kamchatsky dengan kedalaman 19 kilometer. Awalnya, kekuatan gempa tercatat magnitudo 8,0 namun kemudian direvisi menjadi 8,7 dan akhirnya dikonfirmasi sebesar 8,8. Guncangan ini disebut sebagai yang terbesar di dunia sejak gempa Tohoku Jepang pada 2011, serta yang terkuat di Kamchatka sejak 1952.

Baca Juga :  China Dukung Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB Periode 2026

Dikutip dari Reuters, gempa tersebut memicu peringatan tsunami di berbagai wilayah di sekitar Samudra Pasifik, termasuk Jepang, Korea Selatan, Hawaii, dan Indonesia. Di wilayah Severo-Kurilsk, Rusia, dilaporkan gelombang tsunami mencapai hingga lima meter dan menyebabkan kerusakan di sejumlah kawasan pesisir.

Beberapa jam setelah gempa terjadi, Gunung Klyuchevskoy mulai menunjukkan peningkatan aktivitas. Mengutip laporan kantor berita Rusia RIA, gunung berapi ini meletus dan menyemburkan abu vulkanik ke atmosfer, memaksa pemerintah setempat mengevakuasi warga dan menutup sejumlah sekolah serta fasilitas umum.

Baca Juga :  Korut Tegaskan Status Nuklir Permanen, Kecam AS di Sidang IAEA

Gunung Klyuchevskoy terakhir kali meletus pada 28 Oktober 2023 dan dikenal sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di dunia. Hingga Kamis pagi (31/7), belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau dampak lanjutan dari erupsi.

Pemerintah Rusia masih terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap dua bencana tersebut. Sementara itu, otoritas di berbagai negara Pasifik tetap siaga mengantisipasi dampak tsunami lanjutan yang mungkin terjadi. [Red]

BERITA LAINNYA

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi
Inggris Bahas Opsi Penempatan Pasukan NATO di Greenland Bersama Sekutu Eropa
KBRI Ottawa Tegaskan Asia Tenggara Mitra Strategis Kanada
Delapan Negara Eropa Tolak Ambisi Trump Caplok Greenland
Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung Tegaskan Stabilitas Hubungan Bilateral
Setelah Maduro, Trump Isyaratkan Tumbangkan Presiden Kolombia dan Pemimpin Iran
AS Klaim Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam Operasi Militer Rahasia
Penjualan Tesla Anjlok pada 2025, BYD Resmi Salip Pasar EV Global
Berita ini 7 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Kamis, 15 Januari 2026 - 09:33 WIT

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Senin, 12 Januari 2026 - 17:25 WIT

Inggris Bahas Opsi Penempatan Pasukan NATO di Greenland Bersama Sekutu Eropa

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:05 WIT

KBRI Ottawa Tegaskan Asia Tenggara Mitra Strategis Kanada

Kamis, 8 Januari 2026 - 07:07 WIT

Delapan Negara Eropa Tolak Ambisi Trump Caplok Greenland

Rabu, 7 Januari 2026 - 09:42 WIT

Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung Tegaskan Stabilitas Hubungan Bilateral

Berita Terbaru

Asia - Pasifik

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Kamis, 15 Jan 2026 - 09:33 WIT

error: Content is protected !!