InfoMatoa, (Jakarta) | Uni Eropa menyatakan bahwa pihaknya masih berupaya untuk mengoptimalkan negosiasi perdagangan, termasuk soal tarif dengan Amerika Serikat (AS).
Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan bahwa pihaknya akan memulai negosiasi lanjutan terkait ekspor baja dan aluminium, menyusul kesepakatan dagang yang tercapai dengan Presiden
“Yang sekarang menjadi tugas adalah merinci isi kesepakatan itu. Khususnya soal kuota ekspor yang tidak dibebani tarif berlebihan,” ujarnya.
Merz menyebut bahwa fokus utama negosiasi adalah penetapan kuota ekspor baja yang dapat dikirim tanpa terkena tarif tinggi ke AS.
Ia sendiri menggambarkan kesepakatan yang ada sebagai suara hal yang menyakitkan bagi industri dari Eropa. Namun ia menekankan bahwa pihaknya tidak berada dalam posisi untuk memulai konflik dagang terbuka dengan Washington.
“Dalam sengketa dagang, semua pihak akan rugi, dan yang paling menderita kemungkinan besar adalah kami, orang dari Eropa,” tegas Merz.
Sebelumnya, Uni Eropa dan Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan dagang berupa tarif hingga 15%. Namun sektor-sektor strategis seperti baja dan aluminium masih dikenai tarif setinggi 50%.









