Yan Mandenas Kecam BBKSDA Papua Bakar Mahkota Cenderawasih: “Langkah Itu Melecehkan Budaya Papua”

- Jurnalis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 11:20 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Jakarta) | Anggota DPR RI asal Papua, Yan Permenas Mandenas, mengecam tindakan Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua yang membakar mahkota Cenderawasih. Ia menilai tindakan itu menghina nilai budaya dan adat masyarakat Papua yang menganggap burung surga sebagai simbol sakral.

Kritik Terhadap Tindakan BBKSDA

Mandenas menegaskan dukungannya terhadap pemerintah yang menertibkan perdagangan ilegal satwa liar. Ia juga menyetujui larangan penggunaan burung Cenderawasih sebagai hiasan kepala. Namun, ia menilai tindakan BBKSDA membakar mahkota sitaan pada Senin (20/10) bukanlah cara yang pantas dan mencederai nilai budaya.

Langkah penertiban saya dukung, tetapi membakar mahkota Cenderawasih tidak bisa dibenarkan.” ujar Mandenas, Rabu (22/10).

Simbol Sakral Masyarakat Papua

Politikus Partai Gerindra itu menjelaskan, burung Cenderawasih bukan sekadar satwa langka, melainkan simbol kebanggaan dan identitas masyarakat Papua. Karena itu, pembakaran mahkota tersebut, menurutnya, melukai perasaan masyarakat adat dan menodai nilai spiritual yang dijunjung tinggi.

Baca Juga :  Penyerahan Kunci Gereja Siloam Gimbis Satukan Lima Distrik di Mamberamo Tengah

Mandenas juga meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menindak pimpinan BBKSDA Papua yang bertanggung jawab atas tindakan itu. Ia menilai, pemerintah perlu bertindak cepat agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi.

KLHK harus memberi sanksi tegas. Jika tidak, saya akan menyuarakan persoalan ini di DPR RI karena hal ini menyangkut harga diri orang Papua.” tegasnya.

Permintaan Maaf BBKSDA Papua

Ia berharap kejadian itu menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Setiap kebijakan konservasi, katanya, harus memperhatikan aspek budaya dan adat setempat agar tidak menimbulkan konflik sosial.

Pelestarian satwa harus sejalan dengan penghormatan terhadap adat dan budaya masyarakat Papua.” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BBKSDA Papua, Johny Santoso Silaban, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Papua. Ia menegaskan bahwa pemusnahan dilakukan untuk menegakkan hukum dan memutus rantai perdagangan ilegal satwa dilindungi, bukan untuk melecehkan budaya.

Kami sadar tindakan ini mengecewakan banyak pihak, tetapi tujuan kami menjaga kelestarian Cenderawasih sebagai simbol Papua.” ujarnya.

Johny juga berkomitmen memperkuat komunikasi dengan tokoh adat agar pelestarian satwa tetap berjalan selaras dengan nilai budaya masyarakat Papua. [Red]

BERITA LAINNYA

Prabowo Kumpulkan 1.200 Guru Besar di Istana, Bahas Arah Besar Pendidikan dan SDM Nasional
OTT Pajak di Jakarta Utara Ungkap Dugaan Suap Rp59 Miliar, Ujian Serius Reformasi Kemenkeu
Impor Solar Disetop, Bahlil Wajibkan SPBU Swasta Serap Pasokan dari Pertamina
Tito Karnavian Percepat Pencairan Bantuan Rumah Warga Terdampak Bencana di Sumatera
Anggaran Transfer ke Daerah Aceh Dipastikan Utuh Meski Terdampak Bencana
Kemenhub Bekukan Izin Cahaya Trans Selama 12 Bulan Usai Kecelakaan Maut di Semarang
Nadiem Makarim Siap Hadiri Sidang Dakwaan Kasus Pengadaan Laptop Usai Dua Kali Absen karena Sakit
TNI AL Amankan Kapal Bermuatan Kayu & Narkoba di Perairan Karimun, 3 Orang Diproses Hukum
Berita ini 3 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Jumat, 16 Januari 2026 - 07:57 WIT

Prabowo Kumpulkan 1.200 Guru Besar di Istana, Bahas Arah Besar Pendidikan dan SDM Nasional

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:51 WIT

OTT Pajak di Jakarta Utara Ungkap Dugaan Suap Rp59 Miliar, Ujian Serius Reformasi Kemenkeu

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:59 WIT

Impor Solar Disetop, Bahlil Wajibkan SPBU Swasta Serap Pasokan dari Pertamina

Senin, 12 Januari 2026 - 08:06 WIT

Tito Karnavian Percepat Pencairan Bantuan Rumah Warga Terdampak Bencana di Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 - 09:24 WIT

Anggaran Transfer ke Daerah Aceh Dipastikan Utuh Meski Terdampak Bencana

Berita Terbaru

error: Content is protected !!