InfoMatoa, (Jakarta) | Berdasarkan laporan KBRN Jakarta, Menteri Koperasi dan UKM (Menkop) Ferry Juliantono menghadiri rapat mendadak bersama Menteri Keuangan dan Badan Pengelola Danantara. Pertemuan itu membahas percepatan pembangunan gudang, gerai, dan sarana penunjang Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih agar ekonomi desa lebih berkembang dan koperasi bisa segera beroperasi.
Percepatan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Ferry menegaskan percepatan pembangunan penting agar target Presiden semua Kopdes Merah Putih terbangun dan siap operasional tepat waktu. Saat ini, pembangunan sudah mencapai hampir 5.000 titik desa dan terus bertambah. Ia menekankan bahwa kehadiran negara melalui pembangunan fisik dan pendampingan koperasi akan mendorong perputaran ekonomi desa dan membuka peluang usaha baru.
Akses Pembiayaan dan Modal Kerja
Pemerintah memastikan setiap Kopdes Merah Putih menerima plafon Rp3 miliar per koperasi. Pemerintah menyalurkan dana untuk pembangunan gudang dan gerai, memprioritaskan dana bagi modal kerja, serta menyiapkan dana untuk sarana pendukung tambahan. Ferry menjelaskan bahwa kombinasi pembangunan fisik, modal, dan pendampingan membentuk fondasi yang kokoh agar koperasi bisa mandiri dan mencapai self propelling growth. Selain itu, pemerintah mendorong koperasi merancang strategi pemasaran lokal dan memperluas jaringan kerja sama antar desa. Langkah ini bertujuan agar setiap koperasi mampu meningkatkan produktivitas serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.
Kepala BP BUMN Dony Oskaria menambahkan bahwa pemerintah menyalurkan dana secara bertahap sesuai kebutuhan masing-masing Kopdes. Pada tahap awal, pemerintah memastikan seluruh fasilitas dan model bisnis seragam sehingga setiap koperasi memiliki fondasi kuat. Selanjutnya, masing-masing Kopdes menyesuaikan strategi operasional dengan potensi produk unggulan desa mereka. Pemerintah juga memfasilitasi pelatihan manajemen dan pendampingan teknis agar koperasi lebih siap menghadapi tantangan pasar lokal dan regional.
Pendampingan dan Kemandirian Ekonomi
Ferry menegaskan pemerintah akan terus membimbing Kopdes hingga operasional penuh. Program ini diharapkan meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka lapangan kerja, serta memperkuat ekosistem usaha desa. Pemerintah menargetkan seluruh pembangunan fisik gudang, gerai, dan sarana pendukung rampung pada Maret 2026 sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan warga. Dengan koordinasi antar kementerian, pendampingan intensif, dan akses permodalan, keberhasilan Kopdes Merah Putih diharapkan menjadi model ekonomi desa berkelanjutan dan inspiratif. [Red]









