InfoMatoa, (Inggris) | Harian The Telegraph melaporkan pembicaraan Inggris dengan sejumlah sekutu Eropa di NATO. Mereka membahas kemungkinan peningkatan kehadiran aliansi di Greenland. Hal ini sejalan dengan berkembangnya diskusi keamanan di kawasan Arktik.
Rencana Penguatan Militer di Arktik
Sejumlah pejabat Inggris telah bertemu dengan mitra dari Prancis dan Jerman. Mereka membahas berbagai opsi untuk menguatkan kehadiran NATO. Pembahasan ini mencakup pengerahan personel militer, kapal perang, hingga pesawat udara.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama keamanan kawasan. Selain itu, aliansi mempertimbangkan dinamika geopolitik global saat ini. Hal tersebut mencakup pengawasan terhadap aktivitas Rusia dan China di Arktik.
Negara-negara Eropa berharap peningkatan koordinasi NATO mampu memperkuat stabilitas kawasan. Selanjutnya, mereka ingin menegaskan komitmen kolektif terhadap keamanan Greenland. Aliansi tetap berkomitmen menjaga status kedaulatan wilayah tersebut sepenuhnya.
Tanggapan Denmark dan Status Otonomi
Laporan ini muncul setelah media Inggris memberitakan pembahasan internal di Amerika Serikat. Pembahasan tersebut terkait opsi kebijakan keamanan di Greenland. Namun, Washington belum memberikan konfirmasi resmi mengenai rencana militer tersebut.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya wilayah Greenland. Beliau menyinggung meningkatnya aktivitas negara-negara besar di kawasan Arktik. Hal ini berkaitan erat dengan kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat.
Pemerintah Denmark segera menanggapi pernyataan tersebut. Perdana Menteri Mette Frederiksen menegaskan Greenland merupakan wilayah otonom Kerajaan Denmark. Oleh karena itu, semua pihak harus menghormati kedaulatan dan kehendak rakyat Greenland.
Saat ini, Greenland memiliki pemerintahan sendiri dengan kewenangan domestik yang luas. Sementara itu, Kopenhagen tetap memegang tanggung jawab kebijakan luar negeri. Hal ini juga mencakup otoritas penuh pada sektor pertahanan.
Pulau terbesar di dunia ini memiliki posisi sangat strategis di Arktik. Selain itu, wilayah tersebut menyimpan sumber daya alam yang sangat melimpah. Maka dari itu, perkembangan geopolitik global sering menyoroti posisi Greenland. Wilayah ini resmi bergabung dengan Denmark sejak 1953 dan meraih otonomi pada 2009. [Red]









