Inggris Bahas Opsi Penempatan Pasukan NATO di Greenland Bersama Sekutu Eropa

- Jurnalis

Senin, 12 Januari 2026 - 17:25 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Inggris) | Harian The Telegraph melaporkan pembicaraan Inggris dengan sejumlah sekutu Eropa di NATO. Mereka membahas kemungkinan peningkatan kehadiran aliansi di Greenland. Hal ini sejalan dengan berkembangnya diskusi keamanan di kawasan Arktik.

Rencana Penguatan Militer di Arktik

Sejumlah pejabat Inggris telah bertemu dengan mitra dari Prancis dan Jerman. Mereka membahas berbagai opsi untuk menguatkan kehadiran NATO. Pembahasan ini mencakup pengerahan personel militer, kapal perang, hingga pesawat udara.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama keamanan kawasan. Selain itu, aliansi mempertimbangkan dinamika geopolitik global saat ini. Hal tersebut mencakup pengawasan terhadap aktivitas Rusia dan China di Arktik.

Baca Juga :  China Dukung Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB Periode 2026

Negara-negara Eropa berharap peningkatan koordinasi NATO mampu memperkuat stabilitas kawasan. Selanjutnya, mereka ingin menegaskan komitmen kolektif terhadap keamanan Greenland. Aliansi tetap berkomitmen menjaga status kedaulatan wilayah tersebut sepenuhnya.

Tanggapan Denmark dan Status Otonomi

Laporan ini muncul setelah media Inggris memberitakan pembahasan internal di Amerika Serikat. Pembahasan tersebut terkait opsi kebijakan keamanan di Greenland. Namun, Washington belum memberikan konfirmasi resmi mengenai rencana militer tersebut.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya wilayah Greenland. Beliau menyinggung meningkatnya aktivitas negara-negara besar di kawasan Arktik. Hal ini berkaitan erat dengan kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat.

Pemerintah Denmark segera menanggapi pernyataan tersebut. Perdana Menteri Mette Frederiksen menegaskan Greenland merupakan wilayah otonom Kerajaan Denmark. Oleh karena itu, semua pihak harus menghormati kedaulatan dan kehendak rakyat Greenland.

Baca Juga :  Albania Angkat AI Jadi Menteri Antikorupsi, Pertama di Dunia

Saat ini, Greenland memiliki pemerintahan sendiri dengan kewenangan domestik yang luas. Sementara itu, Kopenhagen tetap memegang tanggung jawab kebijakan luar negeri. Hal ini juga mencakup otoritas penuh pada sektor pertahanan.

Pulau terbesar di dunia ini memiliki posisi sangat strategis di Arktik. Selain itu, wilayah tersebut menyimpan sumber daya alam yang sangat melimpah. Maka dari itu, perkembangan geopolitik global sering menyoroti posisi Greenland. Wilayah ini resmi bergabung dengan Denmark sejak 1953 dan meraih otonomi pada 2009. [Red]

BERITA LAINNYA

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi
KBRI Ottawa Tegaskan Asia Tenggara Mitra Strategis Kanada
Delapan Negara Eropa Tolak Ambisi Trump Caplok Greenland
Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung Tegaskan Stabilitas Hubungan Bilateral
Setelah Maduro, Trump Isyaratkan Tumbangkan Presiden Kolombia dan Pemimpin Iran
AS Klaim Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam Operasi Militer Rahasia
Penjualan Tesla Anjlok pada 2025, BYD Resmi Salip Pasar EV Global
China Berhasil Luncurkan Satelit Tianhui-7 dari Jiuquan
Berita ini 2 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Kamis, 15 Januari 2026 - 09:33 WIT

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Senin, 12 Januari 2026 - 17:25 WIT

Inggris Bahas Opsi Penempatan Pasukan NATO di Greenland Bersama Sekutu Eropa

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:05 WIT

KBRI Ottawa Tegaskan Asia Tenggara Mitra Strategis Kanada

Kamis, 8 Januari 2026 - 07:07 WIT

Delapan Negara Eropa Tolak Ambisi Trump Caplok Greenland

Rabu, 7 Januari 2026 - 09:42 WIT

Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung Tegaskan Stabilitas Hubungan Bilateral

Berita Terbaru

Asia - Pasifik

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Kamis, 15 Jan 2026 - 09:33 WIT

error: Content is protected !!