BMKG Peringatkan Dampak Bibit Siklon Tropis 93S, Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Sejumlah Wilayah

- Jurnalis

Kamis, 18 Desember 2025 - 08:02 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Jakarta) | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau aktivitas Bibit Siklon Tropis 93S di Samudra Hindia selatan Pulau Jawa. Sistem ini berpotensi memengaruhi kondisi cuaca di berbagai wilayah Indonesia selama sepekan ke depan, periode 16–22 Desember 2025.

BMKG mencatat Bibit Siklon Tropis 93S mulai terbentuk pada 11 Desember 2025 pukul 07.00 WIB. Lokasinya berada di Samudra Hindia selatan Bali–Nusa Tenggara Barat (NTB). Kecepatan angin maksimumnya sekitar 15 knot atau 28 kilometer per jam. Tekanan minimum sistem ini tercatat 1010 hPa.

Bibit Siklon Tropis 93S di Samudra Hindia selatan Jawa Timur memberikan dampak tidak langsung berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, serta angin kencang di wilayah Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat,” tulis BMKG dalam unggahan resminya di Instagram, Selasa (16/12).

BMKG menilai peluang Bibit Siklon Tropis 93S berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan masih rendah. Sementara itu, pergerakan sistem ini cenderung stasioner.

Dinamika Sistem Siklon Tropis

Selain Bibit Siklon Tropis 93S, BMKG juga memantau Siklon Tropis Bakung dan Bibit Siklon Tropis 95S. Ketiga sistem tersebut memengaruhi dinamika cuaca di Indonesia. Oleh karena itu, kombinasi dampaknya berpotensi meningkatkan curah hujan. Selain itu, angin dapat menguat dan gelombang laut berpeluang meninggi di sejumlah perairan.

Baca Juga :  TNI AL Amankan Kapal Bermuatan Kayu & Narkoba di Perairan Karimun, 3 Orang Diproses Hukum

Dalam tiga hari terakhir, BMKG mencatat hujan dengan intensitas sangat lebat di beberapa wilayah. Sumatra Barat mencatat curah hujan 121 milimeter per hari. Bali mencapai 110 milimeter per hari, sedangkan Riau tercatat 106 milimeter per hari. Kondisi ini memicu banjir, genangan, tanah longsor, hingga gangguan transportasi.

Secara meteorologis, Siklon Tropis Bakung terpantau di Samudra Hindia barat daya Lampung. Kecepatan angin maksimumnya mencapai 60 knot dengan tekanan minimum 981 hPa. Sistem ini masih berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat. Selain itu, angin kencang berpeluang terjadi, terutama di Bengkulu dan Lampung.

Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 95S berada di Laut Arafuru barat daya Papua Selatan. Sistem ini membentuk daerah konvergensi. Akibatnya, potensi hujan di Maluku Tenggara dan Papua Selatan meningkat.

Prakiraan dan Imbauan Cuaca

BMKG juga mengidentifikasi sejumlah faktor pendukung. Faktor tersebut meliputi Dipole Mode negatif (-0,63), aktivitas Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuator, serta kelembapan udara yang tinggi. Selain itu, kondisi atmosfer terpantau relatif labil. Kombinasi faktor ini mendorong pertumbuhan awan hujan secara signifikan.

Untuk periode 16–18 Desember 2025, BMKG menetapkan status waspada hujan sedang di sejumlah wilayah. Wilayah tersebut meliputi Sumatra Barat, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, dan DKI Jakarta. Status serupa berlaku di sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua.

Baca Juga :  Sekolah Lapang Gempa Bumi BMKG Jayapura Dorong Masyarakat Siaga Bencana

Sementara itu, BMKG memberlakukan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat di Aceh, Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat dan Timur, Maluku, Papua Pegunungan, serta Papua Selatan juga masuk kategori siaga.

BMKG juga memprakirakan potensi angin kencang di Riau, Jambi, dan Sumatra Selatan. Selain itu, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, dan DKI Jakarta berpotensi terdampak. Jawa Barat, Jawa Timur, dan Bali juga masuk wilayah peringatan.

Memasuki periode 19–22 Desember 2025, BMKG memperkirakan hujan lebat hingga sangat lebat masih berpotensi terjadi. Wilayah terdampak terutama Lampung, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Selain itu, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan juga berpotensi mengalami kondisi serupa.

Adapun hujan dengan intensitas sedang diperkirakan meluas di sebagian besar wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua.

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Masyarakat diminta menghindari aktivitas di area terbuka dan menjauhi infrastruktur rentan saat hujan disertai petir atau angin kencang. Selain itu, warga diharapkan mewaspadai risiko banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. [Red]

BERITA LAINNYA

OTT Pajak di Jakarta Utara Ungkap Dugaan Suap Rp59 Miliar, Ujian Serius Reformasi Kemenkeu
Impor Solar Disetop, Bahlil Wajibkan SPBU Swasta Serap Pasokan dari Pertamina
Tito Karnavian Percepat Pencairan Bantuan Rumah Warga Terdampak Bencana di Sumatera
Anggaran Transfer ke Daerah Aceh Dipastikan Utuh Meski Terdampak Bencana
Kemenhub Bekukan Izin Cahaya Trans Selama 12 Bulan Usai Kecelakaan Maut di Semarang
Nadiem Makarim Siap Hadiri Sidang Dakwaan Kasus Pengadaan Laptop Usai Dua Kali Absen karena Sakit
TNI AL Amankan Kapal Bermuatan Kayu & Narkoba di Perairan Karimun, 3 Orang Diproses Hukum
Dolfie Othniel Resmi Pimpin PDIP Jawa Tengah Periode 2025–2030, Gantikan FX Hadi Rudyatmo
Berita ini 6 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:51 WIT

OTT Pajak di Jakarta Utara Ungkap Dugaan Suap Rp59 Miliar, Ujian Serius Reformasi Kemenkeu

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:59 WIT

Impor Solar Disetop, Bahlil Wajibkan SPBU Swasta Serap Pasokan dari Pertamina

Senin, 12 Januari 2026 - 08:06 WIT

Tito Karnavian Percepat Pencairan Bantuan Rumah Warga Terdampak Bencana di Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 - 09:24 WIT

Anggaran Transfer ke Daerah Aceh Dipastikan Utuh Meski Terdampak Bencana

Selasa, 6 Januari 2026 - 14:12 WIT

Kemenhub Bekukan Izin Cahaya Trans Selama 12 Bulan Usai Kecelakaan Maut di Semarang

Berita Terbaru

Asia - Pasifik

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Kamis, 15 Jan 2026 - 09:33 WIT

error: Content is protected !!