Generasi Muda Jadi Kunci Bonus Demografi, Mendagri Pacu Pemda Bergerak

- Jurnalis

Selasa, 16 September 2025 - 20:27 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Jakarta) | Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah (Pemda) dalam mengoptimalkan bonus demografi sebagai modal menuju Indonesia Emas 2045. Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan evaluasi dukungan Pemda terhadap Program 3 Juta Rumah dan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK), berlangsung hybrid dari Gedung Sasana Bhakti Praja, Jakarta, Selasa (16/9).

Menurut Tito, ada tiga syarat utama agar Indonesia mampu menjadi negara maju, yakni besarnya jumlah angkatan kerja, melimpahnya sumber daya alam, dan luasnya wilayah. Namun, ia menekankan bahwa kunci utama bukan terletak pada kekayaan alam, melainkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Banyak negara dengan SDA terbatas bisa maju karena memiliki SDM unggul. Karena itu, bonus demografi yang tengah kita alami harus dimanfaatkan dengan baik melalui pembangunan manusia yang sehat, terdidik, terlatih, dan memiliki keterampilan,” tegas Mendagri.

Ia mengingatkan Pemda untuk memperkuat program peningkatan kualitas generasi muda agar mampu menghadapi persaingan global.

Kita harus memastikan anak-anak muda produktif, punya skill, dan dalam kondisi sehat,” ujarnya.

Senada, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, menekankan pembangunan SDM harus dimulai dari keluarga sebagai unit terkecil masyarakat. Ia menyebut pengelolaan kependudukan tidak sekadar soal jumlah, tetapi juga kualitas keluarga.

Kalau keluarga kita baik, insyaallah ekonomi baik, inflasi terkendali, negara pun kuat. Fondasi utama pembangunan berawal dari keluarga,” kata Wihaji.

Lebih jauh, Wihaji mengungkapkan ada 30 indikator PJPK yang perlu diperhatikan Pemda, mulai dari penurunan stunting, pengendalian angka kematian ibu dan bayi, hingga peningkatan partisipasi angkatan kerja. Ia menekankan pentingnya memasukkan indikator tersebut ke dalam dokumen perencanaan daerah seperti RPJMD agar terukur dan berkesinambungan. [Red]

Baca Juga :  Kasdim 1804 Kaimana Pimpin Upacara Puncak HUT ke-80 TNI, Momentum Perkuat Sinergi TNI dan Rakyat

BERITA LAINNYA

OTT Pajak di Jakarta Utara Ungkap Dugaan Suap Rp59 Miliar, Ujian Serius Reformasi Kemenkeu
Impor Solar Disetop, Bahlil Wajibkan SPBU Swasta Serap Pasokan dari Pertamina
Tito Karnavian Percepat Pencairan Bantuan Rumah Warga Terdampak Bencana di Sumatera
Anggaran Transfer ke Daerah Aceh Dipastikan Utuh Meski Terdampak Bencana
Kemenhub Bekukan Izin Cahaya Trans Selama 12 Bulan Usai Kecelakaan Maut di Semarang
Nadiem Makarim Siap Hadiri Sidang Dakwaan Kasus Pengadaan Laptop Usai Dua Kali Absen karena Sakit
TNI AL Amankan Kapal Bermuatan Kayu & Narkoba di Perairan Karimun, 3 Orang Diproses Hukum
Dolfie Othniel Resmi Pimpin PDIP Jawa Tengah Periode 2025–2030, Gantikan FX Hadi Rudyatmo
Berita ini 1 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:51 WIT

OTT Pajak di Jakarta Utara Ungkap Dugaan Suap Rp59 Miliar, Ujian Serius Reformasi Kemenkeu

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:59 WIT

Impor Solar Disetop, Bahlil Wajibkan SPBU Swasta Serap Pasokan dari Pertamina

Senin, 12 Januari 2026 - 08:06 WIT

Tito Karnavian Percepat Pencairan Bantuan Rumah Warga Terdampak Bencana di Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 - 09:24 WIT

Anggaran Transfer ke Daerah Aceh Dipastikan Utuh Meski Terdampak Bencana

Selasa, 6 Januari 2026 - 14:12 WIT

Kemenhub Bekukan Izin Cahaya Trans Selama 12 Bulan Usai Kecelakaan Maut di Semarang

Berita Terbaru

Asia - Pasifik

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Kamis, 15 Jan 2026 - 09:33 WIT

error: Content is protected !!