InfoMatoa, (Jakarta) | Presiden RI Prabowo Subianto dipastikan akan menyampaikan pidato pada urutan ketiga dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-79 yang akan digelar di Markas PBB, New York, Amerika Serikat, pada 23 September mendatang. Hal tersebut disampaikan Duta Besar RI untuk AS, Dwisuryo Indroyono Soesilo.
Dwisuryo menjelaskan, Prabowo akan berpidato setelah Presiden AS Donald Trump yang mendapat urutan pertama sebagai tuan rumah sekaligus anggota G7, G20, dan OECD, serta Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva di urutan kedua mewakili kelompok BRICS.
“Indonesia berada di posisi ketiga, mewakili salah satu negara nonblok yang kuat di dunia. Ini menunjukkan bahwa dalam waktu kurang dari satu tahun sejak dilantik, Presiden Prabowo telah dikenal dan diterima dengan baik oleh komunitas internasional,” ujar Dwisuryo, Selasa (9/9).
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi sebelumnya juga menyebut bahwa Presiden Prabowo dijadwalkan berpidato pada hari pertama sidang, Selasa (23/9).
Kehadiran Prabowo di UNGA disebut menjadi momentum penting bagi diplomasi Indonesia, mengingat ini adalah pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir seorang presiden RI hadir langsung untuk berpidato di forum tersebut.
Sebagai catatan, Presiden ketujuh RI Joko Widodo selama dua periode kepemimpinannya tidak pernah hadir langsung dalam Sidang Majelis Umum PBB, dan memilih menugaskan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk mewakili Indonesia.
“Saya rasa ini adalah pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir seorang presiden Indonesia memberikan pidato di Sidang Majelis Umum PBB, yang dihadiri sekitar 200 negara anggota,” kata Dwisuryo.
[Red]









