InfoMatoa, (Kendari) | Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa menjaga stabilitas harga pangan merupakan prioritas utama pemerintah. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan swasembada pangan sebagai program strategis nasional.
“Presiden menekankan bahwa negara merdeka harus merdeka dalam pangan, mampu menghidupi rakyatnya sendiri,” kata Mendagri saat membuka Gerakan Pangan Murah di Plataran eks-MTQ Tugu Religi, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (26/8).
Mendagri menjelaskan, stok beras nasional saat ini cukup aman dengan cadangan di Bulog yang mencapai lebih dari 4 juta ton. Meski demikian, ia mengingatkan agar persoalan harga pangan tetap menjadi perhatian serius. Menurutnya, menjaga inflasi pada kisaran 1,5 hingga 3,5 persen menjadi kunci keseimbangan yang menguntungkan konsumen maupun produsen.
Beberapa komoditas seperti cabai rawit, bawang merah, dan beras disebut Mendagri perlu mendapat intervensi agar harga tetap terkendali. Pemerintah pun telah menugaskan Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyalurkan 1,3 juta ton beras dari cadangan hingga akhir 2025.
Selain dukungan pusat, Tito mendorong pemerintah daerah (Pemda) lebih aktif memantau harga kebutuhan pokok. Ia menyarankan adanya koordinasi intensif, baik melalui forum komunikasi daring maupun rapat rutin, agar setiap gejolak harga dapat segera direspons.
“Kalau daerah dibiarkan berjalan autopilot, tanpa data dan tanpa intervensi, maka harga pangan sulit terkendali,” tegasnya.
[Red]









