InfoMatoa, (Jakarta) | Pangkalan Militer Australia menilai bahwa perjanjian pertahanan terbaru antara Australia dan Papua Nugini (PNG) membuka peluang kerja sama lebih erat dengan Indonesia di kawasan Pasifik. Pernyataan ini disampaikan Panglima Angkatan Bersenjata Australia (ADF) Laksamana David Johnston saat konferensi pers usai bertemu Menteri Pertahanan Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, di Jakarta, Jumat. Selain itu, Johnston menekankan pentingnya sinergi ketiga negara untuk menjaga stabilitas regional.
Perjanjian Pukpuk Dorong Kerja Sama Trilateral
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Perdana Menteri Papua Nugini James Marape menandatangani Perjanjian Pukpuk pada 6 Oktober di Canberra. Kesepakatan itu mewajibkan setiap negara membantu jika salah satu pihak diserang militer. Johnston menjelaskan, perjanjian ini menjadi strategi Australia untuk memperkuat kemitraan pertahanan di Indo-Pasifik. Dengan demikian, ketahanan dan keamanan kolektif antarnegara meningkat secara signifikan. Selain itu, perjanjian ini menegaskan komitmen terhadap perdamaian regional.
“Perjanjian Pukpuk menunjukkan kepercayaan mendalam antara Australia dan Papua Nugini, serta komitmen bersama terhadap kawasan yang bebas, aman, dan berdaulat,” ujar Johnston. Ia menegaskan bahwa Australia tetap memegang komitmen jangka panjang terhadap kedaulatan Indonesia sesuai Perjanjian Lombok. Selain itu, Australia dan Papua Nugini sejak awal secara terbuka berkonsultasi dengan Indonesia agar tujuan perjanjian dapat dipahami dengan jelas.
Konsultasi dan Sinergi Pertahanan
Johnston menambahkan bahwa pertemuan dengan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Menhan Sjafrie menunjukkan bahwa Indonesia menyambut baik perjanjian ini. “Kami senang Indonesia melihat langkah ini sebagai penguatan kerja sama kolektif kawasan,” ujarnya. Selain itu, komunikasi berkelanjutan menjadi kunci agar ketiga negara dapat menjaga stabilitas regional. Selain itu, perjanjian ini memfasilitasi koordinasi lebih baik dalam operasi militer dan latihan gabungan, serta memperkuat kepercayaan antar-negara.
Misi Kemanusiaan Indonesia di PNG
Pertemuan itu juga menyinggung misi kemanusiaan Indonesia di Papua Nugini. Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang, menyatakan, misi mencakup pengiriman bantuan logistik untuk korban bencana, layanan kesehatan gratis, serta renovasi fasilitas umum. Dengan demikian, kegiatan ini memperlihatkan kepedulian Indonesia terhadap kesejahteraan masyarakat Papua Nugini. Selain itu, kegiatan ini menjadi simbol kerja sama yang saling menguntungkan.
Langkah strategis ini memperkuat kerja sama trilateral, meningkatkan keamanan kolektif, serta membangun kepercayaan antarnegara di kawasan Pasifik. Selain itu, kegiatan ini memperlihatkan pentingnya komunikasi terbuka, koordinasi yang baik, dan dukungan penuh ketiga negara demi stabilitas regional dan kesejahteraan masyarakat. [Red]









