InfoMatoa, (Jakarta) | Berita dilansir dari rmol.id. Gubernur Provinsi Papua, Mathius Fakhiri, menegaskan bahwa percepatan pembangunan di Tanah Papua harus dimulai dari penguatan konektivitas antarwilayah. Ia menyampaikan hal tersebut setelah menghadiri pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bersama lima gubernur daerah otonom baru (DOB) di Kantor Kemenko Infrastruktur, Jakarta Pusat, Kamis (23/10).
Fokus pada Konektivitas dan Akses Wilayah
Pertemuan itu membahas strategi percepatan pembangunan Papua. Agenda utamanya meliputi pembukaan kawasan ekonomi baru, peningkatan akses transportasi darat, laut, dan udara, serta penyelesaian jalan Trans-Papua. Menurut Mathius, konektivitas menjadi dasar utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Indonesia.
“Pembangunan Papua tidak bisa dilepaskan dari upaya memperkuat konektivitas. Jalan Trans Jayapura–Wamena harus benar-benar tembus dan berkualitas baik. Kalau jalur ini berfungsi maksimal, hasil pertanian dari Keerom dan Kabupaten Jayapura bisa tiba di Wamena hanya dalam satu hari.” ujar Fakhiri.
Mendorong Pemerataan Ekonomi Papua
Selain itu, ia menjelaskan bahwa konektivitas yang baik mampu mendorong lahirnya pusat-pusat ekonomi baru. Dengan jalur darat, laut, dan udara yang saling terhubung, distribusi logistik menjadi lebih cepat. Akibatnya, biaya pengiriman menurun dan kesejahteraan masyarakat meningkat secara nyata.
“Kita ingin Papua tumbuh merata. Jangan hanya pesisir dan kota yang maju, tapi daerah pegunungan juga harus menikmati akses dan harga kebutuhan pokok yang terjangkau.” tegasnya.
Penguatan Jalur dan Armada Laut
Lebih lanjut, Mathius menuturkan bahwa fokus pembangunan berikutnya adalah membuka jalur darat Wamena–Puncak–Puncak Jaya–Intan Jaya hingga Papua Tengah. Ia yakin jalur itu dapat menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di sepanjang lintasan. Selain itu, pemerintah daerah juga terus memperkuat armada laut dan logistik antarwilayah, terutama di wilayah pesisir utara seperti Sarmi, Yapen, dan Waropen.
“Papua membutuhkan dukungan armada laut yang memadai agar mobilitas barang dan jasa antar kabupaten bisa berjalan cepat dan efisien.” tambahnya.
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah
Selanjutnya, Gubernur Papua menyambut baik komitmen pemerintah pusat melalui Menko AHY untuk mempercepat pembangunan di Papua. Ia menilai kehadiran AHY membawa semangat baru bagi pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Oleh karena itu, ia berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus terjaga.
“Kami mengapresiasi langkah cepat Menko AHY yang ingin memastikan Papua mendapatkan perhatian serius. Pemerintah pusat dan daerah harus berjalan seiring agar pembangunan bersifat terintegrasi.” pungkasnya.
[Red]









