Insiden Pembubaran Ibadah di Padang: Pemko Pastikan Pendampingan Trauma Healing dan Perkuat Kerukunan

- Jurnalis

Rabu, 30 Juli 2025 - 11:04 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Padang Fadly Amran, saat menghadiri mediasi antara warga dan Jemaat GKSI Anugrah Padang

Wali Kota Padang Fadly Amran, saat menghadiri mediasi antara warga dan Jemaat GKSI Anugrah Padang

InfoMatoa, (Sumatra Barat) | Pemerintah Kota (Pemkot) Padang bergerak cepat merespons insiden pembubaran aktivitas ibadah dan pendidikan agama Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) di sebuah rumah doa di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah. Pemkot memastikan akan memberikan pendampingan dan trauma healing bagi para jemaat yang terdampak, sembari mengedepankan upaya penguatan kerukunan antarwarga.

Camat Koto Tangah, Fizlan Setiawan, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melakukan pendataan jemaat pasca-kejadian.

Pada saat kejadian, ada sekitar 30 orang yang mayoritas ibu-ibu dan anak-anak. Saat ini kami sedang mengumpulkan data jemaat karena ini berkaitan dengan rencana trauma healing yang akan difasilitasi Dinas Sosial serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” jelas Fizlan dikutip Rabu (30/7/2025)

Dua orang jemaat dilaporkan mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut. Keduanya telah mendapatkan perawatan medis di RSUP M. Djamil Padang dan diizinkan pulang pada pukul 23.45 WIB di hari yang sama.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga perdamaian dan kerukunan antarwarga.

Ke depan, kita perkuat koordinasi antar kelompok masyarakat lintas etnis di wilayah masing-masing sebagai langkah awal evaluasi,” ungkap Fadly.

Ia menambahkan, Kota Padang berkomitmen penuh untuk menjaga keberagaman dan keharmonisan sosial sebagai pilar pembangunan.

Kami akan melakukan introspeksi ke depan sebagai strategi agar masyarakat semakin rukun. Tentunya, kita berharap peristiwa ini tidak terulang lagi,” ujarnya penuh harap.

Senada dengan Wali Kota, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menekankan pentingnya penegakan hukum tanpa mengabaikan pemulihan psikologis korban.

Setiap musyawarah di tingkat kelurahan harus melibatkan RT dan RW. Jika ada hal yang dianggap janggal, segera diselesaikan, sensitivitas sosial masyarakat harus terus diperkuat,” tegas Maigus.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Padang, Salmadanis, meluruskan bahwa mediasi yang telah dilakukan menunjukkan insiden ini bukanlah konflik agama atau suku, melainkan murni masalah sosial akibat kurangnya komunikasi dan informasi.

Dalam upaya memulihkan kondisi sosial, beberapa kesepakatan telah dicapai antara warga Nias di RT 02 Teratai Indah dengan warga setempat,” tutur Salmadanis.

Kesepakatan penting tersebut mencakup komitmen warga untuk hidup berdampingan dalam suasana damai dan persaudaraan.

Baca Juga :  Merawat Harapan di Pegunungan Papua

Lebih lanjut, kedua belah pihak sepakat bahwa insiden ini tidak terkait isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan), melainkan masalah sosial yang telah diselesaikan secara musyawarah mufakat. Segala tindakan yang terindikasi pidana akan diselesaikan melalui jalur hukum dengan menjunjung tinggi asas keadilan.

Selain itu, langkah strategis pemulihan pascakonflik juga telah dirancang, seperti dialog bersama tokoh Muslim setempat, pertemuan dengan tokoh masyarakat Nias untuk mempererat komunikasi, serta pertemuan bersama kedua belah pihak yang difasilitasi Forkopimda sebagai upaya rekonsiliasi menuju masyarakat yang rukun dan harmonis,” pungkas Salmadanis, optimis akan terciptanya kembali kerukunan di tengah masyarakat Padang.

[Red]

BERITA LAINNYA

Prabowo Kumpulkan 1.200 Guru Besar di Istana, Bahas Arah Besar Pendidikan dan SDM Nasional
OTT Pajak di Jakarta Utara Ungkap Dugaan Suap Rp59 Miliar, Ujian Serius Reformasi Kemenkeu
Impor Solar Disetop, Bahlil Wajibkan SPBU Swasta Serap Pasokan dari Pertamina
Tito Karnavian Percepat Pencairan Bantuan Rumah Warga Terdampak Bencana di Sumatera
Anggaran Transfer ke Daerah Aceh Dipastikan Utuh Meski Terdampak Bencana
Kemenhub Bekukan Izin Cahaya Trans Selama 12 Bulan Usai Kecelakaan Maut di Semarang
Nadiem Makarim Siap Hadiri Sidang Dakwaan Kasus Pengadaan Laptop Usai Dua Kali Absen karena Sakit
TNI AL Amankan Kapal Bermuatan Kayu & Narkoba di Perairan Karimun, 3 Orang Diproses Hukum
Berita ini 9 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Jumat, 16 Januari 2026 - 07:57 WIT

Prabowo Kumpulkan 1.200 Guru Besar di Istana, Bahas Arah Besar Pendidikan dan SDM Nasional

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:51 WIT

OTT Pajak di Jakarta Utara Ungkap Dugaan Suap Rp59 Miliar, Ujian Serius Reformasi Kemenkeu

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:59 WIT

Impor Solar Disetop, Bahlil Wajibkan SPBU Swasta Serap Pasokan dari Pertamina

Senin, 12 Januari 2026 - 08:06 WIT

Tito Karnavian Percepat Pencairan Bantuan Rumah Warga Terdampak Bencana di Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 - 09:24 WIT

Anggaran Transfer ke Daerah Aceh Dipastikan Utuh Meski Terdampak Bencana

Berita Terbaru

Asia - Pasifik

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Kamis, 15 Jan 2026 - 09:33 WIT

error: Content is protected !!