InfoMatoa, (Denpasar) | Meskipun tren kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Denpasar mulai melandai, jumlah akumulasi kasus sejak awal tahun 2025 tetap tinggi. Hingga 27 Juli 2025, total kasus tercatat mencapai 1.192, dengan tujuh korban meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar Anak Agung Ayu Agung Candrawati, menyampaikan hal tersebut, Selasa (30/7). Candrawati menjelaskan bahwa lonjakan tertinggi kasus terjadi pada awal tahun, khususnya bulan Januari dan Februari.
Rinciannya, Januari tercatat 167 kasus, dan meningkat tajam menjadi 316 kasus pada Februari. Selanjutnya, terjadi penurunan bertahap dengan 243 kasus pada Maret, 202 kasus pada April, dan 96 kasus hingga 25 Mei. Sementara dari akhir Mei hingga 27 Juli, tercatat 168 kasus tambahan.
“Jumlah kasus DBD di Kota Denpasar periode Januari hingga 27 Juli 2025 sebanyak 1.192 kasus, dengan tujuh kasus kematian,” kata Candrawati.
Menurutnya, salah satu kendala utama dalam penanganan DBD adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap gejala awal penyakit ini. Akibatnya, banyak pasien datang terlambat ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Dinas Kesehatan Kota Denpasar telah melakukan berbagai upaya strategis sebagai langkah pencegahan, antara lain penyuluhan, edukasi kepada masyarakat, serta penyelidikan epidemiologi. Selain itu, pengaktifan kembali Pokjanal DBD di tingkat desa dan kelurahan, serta fogging massal dengan metode ultra low volume (ULV) juga dilaksanakan sejak awal April 2025 di sejumlah titik rawan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, mengenali gejala awal DBD, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta mengaktifkan peran jumantik mandiri di setiap rumah tangga. Dengan kerja sama semua pihak, kasus DBD dapat ditekan dan angka kematian diminimalkan,” ucap Candrawati.
[Red]









