Indonesia dan IMO Gelar Seminar Daur Ulang Kapal, Dorong Industri Maritim Ramah Lingkungan

- Jurnalis

Rabu, 17 September 2025 - 22:33 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infomatoa, (Jakarta) | Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan berkolaborasi dengan International Maritime Organization (IMO) menyelenggarakan Seminar on Ship Recycling Under The Hong Kong Convention. Kegiatan yang berlangsung pada 16–17 September 2025 di Jakarta ini merupakan bagian dari kerja sama IMO-SENSREC Programme.

Seminar dipandu oleh Project Manager IMO-SENSREC, John Alonso, serta dihadiri delegasi internasional, termasuk Bangladesh yang dipimpin Rashidul Hassan, Additional Secretary Ministry of Industry, dan Pakistan yang diwakili Capt. Javed Khan, Chairman of Balochistan Development Authority.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Lollan Panjaitan, saat membuka kegiatan menekankan pentingnya forum ini sebagai wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait pembangunan maritim berkelanjutan.

Kerja sama Indonesia dengan IMO, Bangladesh, Pakistan, dan negara lain sangat krusial dalam mengembangkan fasilitas daur ulang kapal yang ramah lingkungan serta mendukung terciptanya laut yang lebih bersih dan aman,” ujarnya, Selasa (16/9).

Selain delegasi asing, seminar juga diikuti perwakilan kementerian terkait, asosiasi maritim seperti INSA dan IPERINDO, serta sejumlah BUMN dan swasta, termasuk PT BKI, PT Pelindo, PPLI, Nathabumi, PT Samudra Marine Indonesia, dan PT Marcopolo Shipyard.

Baca Juga :  AFPC 2025: Konferensi Masyarakat Sipil Terbesar ASEAN Digelar di Jakarta

Rangkaian kegiatan diawali dengan Courtesy Call antara delegasi IMO, Bangladesh, Pakistan, dan Ditjen Perhubungan Laut, yang diwakili Lollan Panjaitan, pada Senin (15/9). Agenda dilanjutkan dengan kunjungan ke Port Waste Management System PT Pelindo di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Baca Juga :  Anggaran Transfer ke Daerah Aceh Dipastikan Utuh Meski Terdampak Bencana

Hari ini, Rabu (17/9), peserta dijadwalkan meninjau Fasilitas Pengolahan Limbah B3 PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) di Bogor. Kunjungan ini bertujuan melihat langsung proses pengumpulan, daur ulang, hingga pembuangan limbah berbahaya secara aman dan berwawasan lingkungan.

Melalui seminar ini, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong praktik daur ulang kapal yang berkelanjutan dan sejalan dengan standar internasional. [Red]

BERITA LAINNYA

OTT Pajak di Jakarta Utara Ungkap Dugaan Suap Rp59 Miliar, Ujian Serius Reformasi Kemenkeu
Impor Solar Disetop, Bahlil Wajibkan SPBU Swasta Serap Pasokan dari Pertamina
Tito Karnavian Percepat Pencairan Bantuan Rumah Warga Terdampak Bencana di Sumatera
Anggaran Transfer ke Daerah Aceh Dipastikan Utuh Meski Terdampak Bencana
Kemenhub Bekukan Izin Cahaya Trans Selama 12 Bulan Usai Kecelakaan Maut di Semarang
Nadiem Makarim Siap Hadiri Sidang Dakwaan Kasus Pengadaan Laptop Usai Dua Kali Absen karena Sakit
TNI AL Amankan Kapal Bermuatan Kayu & Narkoba di Perairan Karimun, 3 Orang Diproses Hukum
Dolfie Othniel Resmi Pimpin PDIP Jawa Tengah Periode 2025–2030, Gantikan FX Hadi Rudyatmo
Berita ini 2 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:51 WIT

OTT Pajak di Jakarta Utara Ungkap Dugaan Suap Rp59 Miliar, Ujian Serius Reformasi Kemenkeu

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:59 WIT

Impor Solar Disetop, Bahlil Wajibkan SPBU Swasta Serap Pasokan dari Pertamina

Senin, 12 Januari 2026 - 08:06 WIT

Tito Karnavian Percepat Pencairan Bantuan Rumah Warga Terdampak Bencana di Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 - 09:24 WIT

Anggaran Transfer ke Daerah Aceh Dipastikan Utuh Meski Terdampak Bencana

Selasa, 6 Januari 2026 - 14:12 WIT

Kemenhub Bekukan Izin Cahaya Trans Selama 12 Bulan Usai Kecelakaan Maut di Semarang

Berita Terbaru

Asia - Pasifik

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Kamis, 15 Jan 2026 - 09:33 WIT

error: Content is protected !!