Kearifan Masyarakat Adat, Kunci Pelestarian Keanekaragaman Hayati Indonesia

- Jurnalis

Jumat, 19 September 2025 - 20:13 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Jakarta) | Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan tidak bisa hanya bertumpu pada regulasi dan teknologi modern semata. Menurutnya, kearifan masyarakat adat dan pengetahuan lokal telah terbukti menjadi pilar penting dalam menjaga ekosistem dan memastikan manfaat keanekaragaman hayati dapat diwariskan lintas generasi.

Keanekaragaman hayati adalah sumber pangan, obat-obatan, hingga energi. Pengelolaannya harus seimbang, menggabungkan ilmu pengetahuan, teknologi, bioteknologi, dan kearifan lokal yang sudah lama dipraktikkan masyarakat,” ujar Hanif saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Implementasi Pengelolaan Keanekaragaman Hayati di Jakarta, Kamis (18/9).

Hanif memaparkan, Indonesia menyimpan kekayaan flora dan fauna luar biasa: 22 tipe ekosistem alami, 98 tipe vegetasi, 9,7 persen tumbuhan berbunga dunia, 14 persen mamalia, 18,6 persen burung, hingga 38,9 persen mamalia laut. Sebagai negara kepulauan, Indonesia juga memiliki empat dari 25 hotspot laut dunia, termasuk posisi strategis di segitiga terumbu karang.

Potensi ini akan bermanfaat luas bila dikelola dengan pendekatan bioindustri yang tetap berpijak pada kearifan masyarakat,” tambahnya.

Rapat Koordinasi Nasional ini juga menekankan pentingnya penetapan Kawasan Bernilai Penting bagi Keanekaragaman Hayati (High Conservation Value Area/HCVA) di setiap daerah. Kawasan tersebut tidak hanya meliputi hutan, tetapi juga gambut, savana, perairan darat, hingga laut.

Baca Juga :  Frederik Gebze Dorong Keterlibatan Masyarakat Papua Selatan Dukung Program Pemerintah dan Peningkatan SDM

Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH, Rasio Ridho Sani, menekankan bahwa pelestarian keanekaragaman hayati harus menyatu dalam tata kelola lingkungan.

Integrasi kawasan penting ini harus masuk dalam penataan ruang dan perizinan berusaha. Perlindungan tidak boleh berhenti di zona inti, tetapi juga mencakup area penyangga dan ekosistem di luar kawasan konservasi,” ujarnya.

Rasio menambahkan, restorasi dan praktik pemanfaatan ramah lingkungan menjadi kunci keberlanjutan. Untuk itu, pemerintah daerah didorong menyusun Profil Kehati Daerah, Rencana Induk Pengelolaan, serta membangun Taman Kehati sebagai instrumen konservasi yang dekat dengan masyarakat.

Baca Juga :  Kemenhub Bekukan Izin Cahaya Trans Selama 12 Bulan Usai Kecelakaan Maut di Semarang

Dengan menggabungkan kearifan lokal dan sains modern, Indonesia diharapkan mampu menjaga warisan keanekaragaman hayati bagi generasi mendatang, sekaligus memperkuat daya saing bioindustri ramah lingkungan. [Red]

BERITA LAINNYA

OTT Pajak di Jakarta Utara Ungkap Dugaan Suap Rp59 Miliar, Ujian Serius Reformasi Kemenkeu
Impor Solar Disetop, Bahlil Wajibkan SPBU Swasta Serap Pasokan dari Pertamina
Tito Karnavian Percepat Pencairan Bantuan Rumah Warga Terdampak Bencana di Sumatera
Anggaran Transfer ke Daerah Aceh Dipastikan Utuh Meski Terdampak Bencana
Kemenhub Bekukan Izin Cahaya Trans Selama 12 Bulan Usai Kecelakaan Maut di Semarang
Nadiem Makarim Siap Hadiri Sidang Dakwaan Kasus Pengadaan Laptop Usai Dua Kali Absen karena Sakit
TNI AL Amankan Kapal Bermuatan Kayu & Narkoba di Perairan Karimun, 3 Orang Diproses Hukum
Dolfie Othniel Resmi Pimpin PDIP Jawa Tengah Periode 2025–2030, Gantikan FX Hadi Rudyatmo
Berita ini 6 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:51 WIT

OTT Pajak di Jakarta Utara Ungkap Dugaan Suap Rp59 Miliar, Ujian Serius Reformasi Kemenkeu

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:59 WIT

Impor Solar Disetop, Bahlil Wajibkan SPBU Swasta Serap Pasokan dari Pertamina

Senin, 12 Januari 2026 - 08:06 WIT

Tito Karnavian Percepat Pencairan Bantuan Rumah Warga Terdampak Bencana di Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 - 09:24 WIT

Anggaran Transfer ke Daerah Aceh Dipastikan Utuh Meski Terdampak Bencana

Selasa, 6 Januari 2026 - 14:12 WIT

Kemenhub Bekukan Izin Cahaya Trans Selama 12 Bulan Usai Kecelakaan Maut di Semarang

Berita Terbaru

Asia - Pasifik

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Kamis, 15 Jan 2026 - 09:33 WIT

error: Content is protected !!