InfoMatoa, (Jakarta) | Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Pertahanan memperkuat sinergi pembangunan infrastruktur untuk mendukung ketahanan nasional. Hal ini ditegaskan dalam pertemuan antara Menteri PU Dody Hanggodo dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di kantor Kemhan, Jakarta, Selasa (5/8).
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan kerja sama lintas kementerian dalam mendukung pembangunan infrastruktur strategis pertahanan negara.
Menteri Dody menyampaikan bahwa kolaborasi antara PU dan Pertahanan bukan hanya untuk memperkuat pertahanan negara, tetapi juga membawa manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah rawan bencana.
“Kementerian PU berkomitmen memperkuat kerja sama dalam pembangunan infrastruktur yang mendukung pertahanan dan kesejahteraan rakyat,” ujar Menteri Dody.
Dody juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan TNI, mencakup pembangunan jalan, pengelolaan sumber daya air, sistem air minum dan sanitasi, penataan bangunan gedung, pengelolaan rumah negara, hingga penguatan SDM.

Sinergi ini menjadi bagian dari implementasi visi Presiden dalam Asta Cita, sekaligus mendukung program strategis PU608. Fokus pembangunan infrastruktur 2025–2029 diarahkan untuk menurunkan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) di bawah 6, mengentaskan kemiskinan hingga 0 persen, serta mendorong pertumbuhan ekonomi 8 persen per tahun.
Dengan sinergi lintas sektor ini, pemerintah berharap terciptanya Indonesia yang tangguh secara infrastruktur, berdaulat secara pertahanan, dan inklusif dalam pertumbuhan ekonomi. [Red]









