InfoMatoa, (Jakarta) | Badan Gizi Nasional (BGN) resmi membentuk tim investigasi khusus untuk menangani isu keracunan yang dilaporkan masyarakat setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Seperti dilansir tirto.id, tim investigasi dipimpin oleh Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, yang baru saja dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 17 September 2025. Dalam konferensi pers di Gedung BGN, Jakarta Pusat, Senin (22/9), Nanik menjelaskan bahwa tim akan fokus menangani dugaan keracunan sekaligus memeriksa menu makanan dan kondisi dapur.
“Selain itu saya juga diberikan tugas Pak Kepala untuk di bidang investigasi. Investigasi ini berkaitan dengan yang ramai, sekarang adalah kasus dugaan, saya sebut dugaan karena belum tentu semua yang bermasalah atau keracunan,” ujarnya.
Nanik menegaskan, tim investigasi akan memilah antara fakta dan hoaks yang berkembang.
“Sering beredar seolah-olah makanannya kok seperti ini, padahal dari laporan kami tidaklah demikian,” tambahnya.
Tim investigasi juga akan bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mengidentifikasi penyebab dugaan keracunan. Namun, BGN menekankan bahwa kepastian kasus tetap menunggu hasil resmi BPOM yang bisa memakan waktu hingga 14 hari kerja.
Selama masa tunggu, tim investigasi akan mengklarifikasi isu, memeriksa proses memasak, bahan baku, hingga sampel makanan harian yang disimpan dua hari di lemari pendingin sebagai bahan uji.
“Jadi kami akan bekerja mulai dari melihat bagaimana proses memasaknya, bagaimana bahan bakunya… Nantinya sampel tersebut yang akan diuji apakah benar MBG menjadi penyebab keracunan atau karena faktor lain,” jelas Nanik.
Ia menambahkan, tim investigasi terdiri dari ahli kimia, farmasi, hingga tenaga kesehatan. Tim ini diharapkan mampu mempercepat temuan awal sehingga langkah perbaikan maupun penanganan pasien dapat segera dilakukan.
“InsyaAllah, tim investigasi dalam minggu ini kami akan buat dan segera akan turun,” pungkasnya.
[Red]









