Tangani Kasus Keracunan, BGN Turunkan Tim Investigasi Program Makan Bergizi Gratis

- Jurnalis

Selasa, 23 September 2025 - 20:14 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Jakarta) | Badan Gizi Nasional (BGN) resmi membentuk tim investigasi khusus untuk menangani isu keracunan yang dilaporkan masyarakat setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Seperti dilansir tirto.id, tim investigasi dipimpin oleh Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, yang baru saja dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 17 September 2025. Dalam konferensi pers di Gedung BGN, Jakarta Pusat, Senin (22/9), Nanik menjelaskan bahwa tim akan fokus menangani dugaan keracunan sekaligus memeriksa menu makanan dan kondisi dapur.

Selain itu saya juga diberikan tugas Pak Kepala untuk di bidang investigasi. Investigasi ini berkaitan dengan yang ramai, sekarang adalah kasus dugaan, saya sebut dugaan karena belum tentu semua yang bermasalah atau keracunan,” ujarnya.

Nanik menegaskan, tim investigasi akan memilah antara fakta dan hoaks yang berkembang.

Sering beredar seolah-olah makanannya kok seperti ini, padahal dari laporan kami tidaklah demikian,” tambahnya.

Tim investigasi juga akan bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mengidentifikasi penyebab dugaan keracunan. Namun, BGN menekankan bahwa kepastian kasus tetap menunggu hasil resmi BPOM yang bisa memakan waktu hingga 14 hari kerja.

Baca Juga :  Wagub Deinas Geley Hadiri Rakerwil dan Pelantikan Muslimat NU Papua Tengah

Selama masa tunggu, tim investigasi akan mengklarifikasi isu, memeriksa proses memasak, bahan baku, hingga sampel makanan harian yang disimpan dua hari di lemari pendingin sebagai bahan uji.

Jadi kami akan bekerja mulai dari melihat bagaimana proses memasaknya, bagaimana bahan bakunya… Nantinya sampel tersebut yang akan diuji apakah benar MBG menjadi penyebab keracunan atau karena faktor lain,” jelas Nanik.

Ia menambahkan, tim investigasi terdiri dari ahli kimia, farmasi, hingga tenaga kesehatan. Tim ini diharapkan mampu mempercepat temuan awal sehingga langkah perbaikan maupun penanganan pasien dapat segera dilakukan.

InsyaAllah, tim investigasi dalam minggu ini kami akan buat dan segera akan turun,” pungkasnya.

[Red]

BERITA LAINNYA

OTT Pajak di Jakarta Utara Ungkap Dugaan Suap Rp59 Miliar, Ujian Serius Reformasi Kemenkeu
Impor Solar Disetop, Bahlil Wajibkan SPBU Swasta Serap Pasokan dari Pertamina
Tito Karnavian Percepat Pencairan Bantuan Rumah Warga Terdampak Bencana di Sumatera
Anggaran Transfer ke Daerah Aceh Dipastikan Utuh Meski Terdampak Bencana
Kemenhub Bekukan Izin Cahaya Trans Selama 12 Bulan Usai Kecelakaan Maut di Semarang
Nadiem Makarim Siap Hadiri Sidang Dakwaan Kasus Pengadaan Laptop Usai Dua Kali Absen karena Sakit
TNI AL Amankan Kapal Bermuatan Kayu & Narkoba di Perairan Karimun, 3 Orang Diproses Hukum
Dolfie Othniel Resmi Pimpin PDIP Jawa Tengah Periode 2025–2030, Gantikan FX Hadi Rudyatmo
Berita ini 2 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:51 WIT

OTT Pajak di Jakarta Utara Ungkap Dugaan Suap Rp59 Miliar, Ujian Serius Reformasi Kemenkeu

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:59 WIT

Impor Solar Disetop, Bahlil Wajibkan SPBU Swasta Serap Pasokan dari Pertamina

Senin, 12 Januari 2026 - 08:06 WIT

Tito Karnavian Percepat Pencairan Bantuan Rumah Warga Terdampak Bencana di Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 - 09:24 WIT

Anggaran Transfer ke Daerah Aceh Dipastikan Utuh Meski Terdampak Bencana

Selasa, 6 Januari 2026 - 14:12 WIT

Kemenhub Bekukan Izin Cahaya Trans Selama 12 Bulan Usai Kecelakaan Maut di Semarang

Berita Terbaru

Asia - Pasifik

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Kamis, 15 Jan 2026 - 09:33 WIT

error: Content is protected !!