InfoMatoa, (Jakarta) | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menekankan pentingnya audit terhadap respons peringatan dini cuaca ekstrem di seluruh daerah. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi menjelang puncak musim hujan.
“Kalau hulunya BMKG sudah memberi peringatan, medianya juga tersampaikan, maka audit diperlukan untuk melihat sejauh mana aksi dilakukan di hilir. Itu penting sekali agar respons cepat bisa terukur,” ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu (13/9).
Menurut Guswanto, audit akan membantu daerah mengevaluasi efektivitas tindak lanjut peringatan dini. Dengan begitu, kelemahan di lapangan bisa segera diperbaiki dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana dapat lebih ditingkatkan.
BMKG mencatat, penerapan audit respons ini sudah dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Sleman dan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui kerja sama tersebut, telah digelar serangkaian simulasi dan pelatihan desa tanggap bencana secara terpadu.
“Simulasi itu mendorong adanya respons cepat, terutama bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, pesisir, atau lereng perbukitan. Mereka dilatih memahami tanda bahaya dan langkah evakuasi saat terjadi cuaca ekstrem,” jelasnya.
Lebih lanjut, Guswanto menuturkan simulasi tersebut selalu diikuti dengan audit untuk menilai efektivitas respons atas peringatan yang diberikan.
“Itu sudah berjalan baik, karena ada SOP bersama dan sekretariat bersama antara BMKG, BPBD Sleman, dan pemda setempat,” tambahnya.
[Red]









