Kementerian PU Bergerak Cepat Tangani Banjir Bandang di Nagekeo, NTT

- Jurnalis

Jumat, 12 September 2025 - 13:39 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (NTT) | Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani dampak bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Senin (8/9) malam. Bencana yang dipicu curah hujan tinggi sejak Minggu (7/9) itu menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur di sejumlah desa.

Sedikitnya tiga orang dilaporkan meninggal dunia, satu orang luka-luka, serta empat orang masih hilang dan dalam pencarian. Banjir juga menyebabkan empat unit rumah hanyut, dua jembatan di Desa Sawu dan satu jembatan di Desa Ua rusak, serta tiga titik longsor yang memutus jalan desa di Kampung Mabha Bhoma, Desa Woewolo. Selain itu, bendung DI Malasawu dan DI Lokalabo mengalami kerusakan serius.

Baca Juga :  Kementerian PU Integrasikan Infrastruktur Air dan Jalan di KSPP Wanam Merauke

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa meski sebagian infrastruktur yang terdampak merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi, Kementerian PU tetap mengambil langkah cepat agar masa tanggap darurat dapat segera teratasi.

Semua alat berat dan tim sudah kita kerahkan di NTT. Bahkan kepala balai yang seharusnya hari ini ikut rapat dengan DPR RI, semalam saya minta kembali ke NTT untuk langsung mengawasi timnya agar proses tanggap darurat lebih cepat,” ujar Dody dalam keterangannya, Kamis (11/9).

Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II terus berkoordinasi dengan TNI-Polri, Pemerintah Daerah, serta BPBD Kabupaten Nagekeo. Upaya yang dilakukan meliputi evakuasi korban, pembersihan material banjir untuk membuka akses jalan, serta perencanaan jangka panjang berupa normalisasi sungai dan mitigasi di daerah rawan bencana.

Baca Juga :  BMKG Dorong Audit Respons Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Jelang Puncak Musim Hujan

Selain itu, tim reaksi cepat tanggap bencana Kementerian PU disiagakan di lokasi untuk melakukan pemantauan, identifikasi dampak, hingga menyiapkan kebutuhan logistik seperti alat berat dan material banjiran.

Berdasarkan pantauan BBWS Nusa Tenggara II per 10 September 2025, kondisi air banjir di wilayah Nagekeo dilaporkan mulai surut. [Red]

BERITA LAINNYA

OTT Pajak di Jakarta Utara Ungkap Dugaan Suap Rp59 Miliar, Ujian Serius Reformasi Kemenkeu
Impor Solar Disetop, Bahlil Wajibkan SPBU Swasta Serap Pasokan dari Pertamina
Tito Karnavian Percepat Pencairan Bantuan Rumah Warga Terdampak Bencana di Sumatera
Anggaran Transfer ke Daerah Aceh Dipastikan Utuh Meski Terdampak Bencana
Kemenhub Bekukan Izin Cahaya Trans Selama 12 Bulan Usai Kecelakaan Maut di Semarang
Nadiem Makarim Siap Hadiri Sidang Dakwaan Kasus Pengadaan Laptop Usai Dua Kali Absen karena Sakit
TNI AL Amankan Kapal Bermuatan Kayu & Narkoba di Perairan Karimun, 3 Orang Diproses Hukum
Dolfie Othniel Resmi Pimpin PDIP Jawa Tengah Periode 2025–2030, Gantikan FX Hadi Rudyatmo
Berita ini 7 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:51 WIT

OTT Pajak di Jakarta Utara Ungkap Dugaan Suap Rp59 Miliar, Ujian Serius Reformasi Kemenkeu

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:59 WIT

Impor Solar Disetop, Bahlil Wajibkan SPBU Swasta Serap Pasokan dari Pertamina

Senin, 12 Januari 2026 - 08:06 WIT

Tito Karnavian Percepat Pencairan Bantuan Rumah Warga Terdampak Bencana di Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 - 09:24 WIT

Anggaran Transfer ke Daerah Aceh Dipastikan Utuh Meski Terdampak Bencana

Selasa, 6 Januari 2026 - 14:12 WIT

Kemenhub Bekukan Izin Cahaya Trans Selama 12 Bulan Usai Kecelakaan Maut di Semarang

Berita Terbaru

Asia - Pasifik

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Kamis, 15 Jan 2026 - 09:33 WIT

error: Content is protected !!