Gempa M8,7 di Rusia Picu Kenaikan Muka Air Laut di Indonesia, BMKG Tetapkan Status Waspada

- Jurnalis

Kamis, 31 Juli 2025 - 10:11 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Jakarta) | Gempa berkekuatan magnitudo 8,7 yang mengguncang wilayah lepas pantai Semenanjung Kamchatka, Rusia, Selasa pagi (30/7), memicu gelombang tsunami yang menjalar hingga ke kawasan Pasifik, termasuk beberapa wilayah pesisir Indonesia bagian timur.

Dilansir dari siaran pers Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Selasa (30/7), mencatat adanya perubahan muka air laut sebagai imbas dari gempa tersebut. Meskipun tidak berbahaya, fenomena ini menjadi sinyal bahwa energi dari pusat gempa telah menjalar jauh melintasi perairan internasional.

Gelombang tsunami terpantau mencapai 0,2 meter di sejumlah titik pantai di Indonesia timur. Walaupun skalanya kecil, kami tetap menetapkan status Waspada di beberapa wilayah pesisir,” ungkap Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam pernyataan resminya di Jakarta.

Beberapa lokasi yang mengalami kenaikan muka laut antara lain Jayapura DOK II, Sorong, Depapre, dan Sausapor — semuanya mencatat gelombang setinggi 0,2 meter. Sementara itu, Tapaleo, Talaud, dan Morotai melaporkan ketinggian antara 0,05 hingga 0,08 meter. Di Gorontalo, tidak terdeteksi adanya anomali.

Baca Juga :  Hakim dan Kesehatan Mental: Menjaga Integritas di Tengah Tekanan Publik

BMKG menekankan bahwa gelombang tsunami dengan tinggi kurang dari setengah meter tetap perlu diwaspadai, terutama di pantai-pantai sempit yang dapat memperkuat dampak lokal.

Bentuk pantai sangat menentukan. Di daerah seperti teluk, energi bisa terakumulasi dan menghasilkan gelombang lebih kuat dari yang terpantau sensor,” jelas Daryono.

Selain potensi tsunami, BMKG juga mencatat aktivitas gempa susulan cukup tinggi pascagempa utama. Hingga pukul 16.30 WIB, tercatat 43 kali gempa susulan, dengan magnitudo terbesar mencapai M6,9.

Baca Juga :  Gempa Dahsyat Guncang Kamchatka, Rusia, Disusul Aktivitas Gunung Klyuchevskoy

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak resmi.

Hanya akses informasi dari BMKG dan kanal resmi pemerintah. Jangan terjebak hoaks,” tegas Daryono.

[Red]

BERITA LAINNYA

Prabowo Kumpulkan 1.200 Guru Besar di Istana, Bahas Arah Besar Pendidikan dan SDM Nasional
OTT Pajak di Jakarta Utara Ungkap Dugaan Suap Rp59 Miliar, Ujian Serius Reformasi Kemenkeu
Impor Solar Disetop, Bahlil Wajibkan SPBU Swasta Serap Pasokan dari Pertamina
Tito Karnavian Percepat Pencairan Bantuan Rumah Warga Terdampak Bencana di Sumatera
Anggaran Transfer ke Daerah Aceh Dipastikan Utuh Meski Terdampak Bencana
Kemenhub Bekukan Izin Cahaya Trans Selama 12 Bulan Usai Kecelakaan Maut di Semarang
Nadiem Makarim Siap Hadiri Sidang Dakwaan Kasus Pengadaan Laptop Usai Dua Kali Absen karena Sakit
TNI AL Amankan Kapal Bermuatan Kayu & Narkoba di Perairan Karimun, 3 Orang Diproses Hukum
Berita ini 10 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Jumat, 16 Januari 2026 - 07:57 WIT

Prabowo Kumpulkan 1.200 Guru Besar di Istana, Bahas Arah Besar Pendidikan dan SDM Nasional

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:51 WIT

OTT Pajak di Jakarta Utara Ungkap Dugaan Suap Rp59 Miliar, Ujian Serius Reformasi Kemenkeu

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:59 WIT

Impor Solar Disetop, Bahlil Wajibkan SPBU Swasta Serap Pasokan dari Pertamina

Senin, 12 Januari 2026 - 08:06 WIT

Tito Karnavian Percepat Pencairan Bantuan Rumah Warga Terdampak Bencana di Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 - 09:24 WIT

Anggaran Transfer ke Daerah Aceh Dipastikan Utuh Meski Terdampak Bencana

Berita Terbaru

Asia - Pasifik

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Kamis, 15 Jan 2026 - 09:33 WIT

error: Content is protected !!