Pemerintah Pastikan Tak Gunakan APBN untuk Bayar Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh

- Jurnalis

Senin, 13 Oktober 2025 - 16:02 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Jakarta) | Pemerintah menegaskan tidak akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membayar utang proyek kereta cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh. Keputusan ini menjadi bentuk komitmen pemerintah untuk menjaga kesehatan fiskal dan memastikan proyek strategis tetap berjalan secara mandiri.

Alternatif Pembiayaan Tanpa Bebani APBN

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pemerintah telah mendiskusikan sejumlah alternatif pembiayaan agar beban proyek tidak membebani APBN.

Beberapa waktu lalu sudah dibicarakan untuk mencari skema agar beban keuangan proyek bisa dicarikan jalan keluar,” ujar Prasetyo usai rapat terbatas di kediaman Presiden Prabowo Subianto, Kertanegara, Jakarta, Minggu malam (12/10).

Ia menjelaskan bahwa pembahasan soal proyek Whoosh tidak termasuk dalam agenda rapat malam itu.

Malam ini tidak sempat. Whoosh bukan salah satu pembahasan malam ini,” tambahnya.

Meskipun begitu, Prasetyo menilai proyek kereta cepat tetap membawa manfaat besar bagi masyarakat. Menurutnya, proyek tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan konektivitas antardaerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Rencana Pengembangan Jaringan ke Wilayah Lain

Selain membahas aspek keuangan, pemerintah juga tengah mempertimbangkan rencana pengembangan jaringan kereta cepat ke wilayah lain.

Kita ingin proyek ini berkembang, tidak hanya sampai Bandung. Saat ini kita juga memikirkan rencana perluasan hingga Jakarta–Surabaya,” ungkap Prasetyo.

Ia menegaskan bahwa pengembangan jaringan transportasi modern seperti Whoosh akan memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mengurangi ketimpangan pembangunan di Pulau Jawa.

Baca Juga :  Dorong Pemberdayaan Perempuan dan Pelestarian Budaya, PLN UID Jakarta Gelar Pelatihan Membatik

Kemenkeu Tegaskan Pembayaran Bukan Tanggung Jawab APBN

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak wacana pembayaran utang proyek Whoosh menggunakan APBN. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab pembiayaan sepenuhnya berada di tangan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia, selaku pengelola proyek tersebut.

Utang KCIC tidak menggunakan APBN. Kalau nanti ada perkembangan, akan saya sampaikan dalam jumpa pers mingguan,” kata Purbaya saat menghadiri Media Gathering Kemenkeu 2025 di Novotel Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/10).

Menurutnya, Danantara memiliki kapasitas keuangan yang kuat untuk mengelola kewajiban proyek tanpa campur tangan APBN.

Danantara punya dividen sendiri, rata-rata setahun bisa mencapai Rp80 triliun atau lebih. Jadi mereka mampu mengelolanya secara mandiri,” jelasnya.

Pemisahan Tanggung Jawab antara Swasta dan Pemerintah

Lebih lanjut, Purbaya menekankan pentingnya pemisahan antara proyek swasta dan tanggung jawab pemerintah.

Harusnya mereka mengatur pembiayaan sendiri, jangan dibebankan lagi ke APBN. Karena kalau tidak, semua justru kembali ke pemerintah,” tegasnya.

Pemerintah berharap langkah ini dapat memperkuat tata kelola keuangan negara sekaligus mendorong investasi swasta dalam pembangunan infrastruktur nasional.

Baca Juga :  Generasi Muda Jadi Kunci Bonus Demografi, Mendagri Pacu Pemda Bergerak

Latar Belakang Proyek Kereta Cepat Whoosh

Sebagai informasi, proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) dijalankan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), perusahaan patungan antara konsorsium BUMN Indonesia melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan mitra dari China. Sekitar 75 persen pendanaan proyek berasal dari pinjaman China Development Bank (CDB), sedangkan sisanya berasal dari modal para pemegang saham, termasuk KAI, Wijaya Karya, PTPN I, dan Jasa Marga.

Melalui kebijakan ini, pemerintah ingin memastikan bahwa setiap proyek strategis nasional tetap memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa menimbulkan beban baru bagi keuangan negara.

[Red]

BERITA LAINNYA

OTT Pajak di Jakarta Utara Ungkap Dugaan Suap Rp59 Miliar, Ujian Serius Reformasi Kemenkeu
Impor Solar Disetop, Bahlil Wajibkan SPBU Swasta Serap Pasokan dari Pertamina
Tito Karnavian Percepat Pencairan Bantuan Rumah Warga Terdampak Bencana di Sumatera
Anggaran Transfer ke Daerah Aceh Dipastikan Utuh Meski Terdampak Bencana
Kemenhub Bekukan Izin Cahaya Trans Selama 12 Bulan Usai Kecelakaan Maut di Semarang
Nadiem Makarim Siap Hadiri Sidang Dakwaan Kasus Pengadaan Laptop Usai Dua Kali Absen karena Sakit
TNI AL Amankan Kapal Bermuatan Kayu & Narkoba di Perairan Karimun, 3 Orang Diproses Hukum
Dolfie Othniel Resmi Pimpin PDIP Jawa Tengah Periode 2025–2030, Gantikan FX Hadi Rudyatmo
Berita ini 8 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:51 WIT

OTT Pajak di Jakarta Utara Ungkap Dugaan Suap Rp59 Miliar, Ujian Serius Reformasi Kemenkeu

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:59 WIT

Impor Solar Disetop, Bahlil Wajibkan SPBU Swasta Serap Pasokan dari Pertamina

Senin, 12 Januari 2026 - 08:06 WIT

Tito Karnavian Percepat Pencairan Bantuan Rumah Warga Terdampak Bencana di Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 - 09:24 WIT

Anggaran Transfer ke Daerah Aceh Dipastikan Utuh Meski Terdampak Bencana

Selasa, 6 Januari 2026 - 14:12 WIT

Kemenhub Bekukan Izin Cahaya Trans Selama 12 Bulan Usai Kecelakaan Maut di Semarang

Berita Terbaru

Asia - Pasifik

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Kamis, 15 Jan 2026 - 09:33 WIT

error: Content is protected !!