InfoMatoa, (Jakarta) | Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk pertama kalinya menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8).
Rangkaian sidang yang dibuka resmi oleh Ketua MPR RI diawali dengan pemutaran video yang menampilkan capaian awal pemerintahan Presiden Prabowo di berbagai bidang strategis. Setelah tayangan tersebut, Kepala Negara naik ke mimbar untuk menguraikan arah kebijakan pemerintahannya sekaligus memberikan penghargaan khusus kepada para presiden terdahulu.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo memberikan penghormatan penuh atas dedikasi dan pengabdian para pemimpin bangsa sebelumnya. Ia menegaskan Presiden Soekarno sebagai tokoh besar yang berhasil mempersatukan rakyat, mempertahankan NKRI, sekaligus mengintegrasikan Irian Barat. Presiden Soeharto dipandang mampu membangun fondasi industrialisasi serta menurunkan angka kemiskinan ekstrem.
Presiden B.J. Habibie diperingati atas kepemimpinannya dalam menjaga stabilitas ekonomi di masa krisis 1998 serta keberhasilannya memperkenalkan teknologi tinggi. Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur disebut telah memperkokoh kerukunan lintas suku, agama, dan ras. Presiden Megawati Soekarnoputri dinilai berjasa dalam memulihkan perekonomian pascakrisis serta menggagas pemilu langsung pertama di Indonesia.
Adapun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diapresiasi karena menyelesaikan konflik Aceh serta berhasil menghadapi krisis keuangan global pada 2008. Presiden Joko Widodo mendapat penghargaan atas peninggalan besar berupa pembangunan infrastruktur, penanganan pandemi Covid-19, hingga langkah awal pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Lebih jauh, Presiden Prabowo menegaskan kemerdekaan bukan hanya berarti terbebas dari penjajahan, tetapi juga terbebas dari penderitaan, kelaparan, dan kemiskinan. Ia menekankan bahwa kedaulatan ekonomi dan ketahanan pangan merupakan kunci utama dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia. [Red]









